Dinas Pertanian Aceh Utara Gelar Gerakan Pengendalian Hama Wereng di Cot Girek

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | ACEH UTARA – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menggelar gerakan pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) di Desa Alue Drien, Kecamatan Cot Girek, Kamis (4/9/2025).

Langkah ini dilakukan setelah serangan hama WBC mulai meluas di sejumlah areal persawahan. Dalam kegiatan tersebut, POPT bersama petani setempat melakukan penyemprotan massal sebagai upaya pencegahan agar hama tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Berdasarkan hasil pemantauan, serangan hama ditemukan pada lahan padi varietas MR, Ciherang, Cibatu, Inpari, dan galur, yang telah memasuki umur 60–80 hari setelah tanam (HST). Dari total luas tanam 22 hektare, serangan tercatat pada 0,75 hektare dengan intensitas sekitar 5 persen.

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pengendalian dilakukan pada lahan seluas 8 hektare menggunakan insektisida Applaud yang difasilitasi UPTD BPTPHP-LPHP Peureulak.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan gerakan pengendalian bersama petani. WBC merupakan hama berbahaya karena bisa menyebabkan gagal panen hingga 100 persen bila tidak dikendalikan sejak dini,” ujar Koordinator POPT Aceh Utara, Muhammad Nur, S.Pi.

Menurutnya, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Dinas Pertanian Aceh Utara, UPTD, serta bantuan sarana dari Laboratorium Proteksi Tanaman (LPHP) Peureulak. “Kami berharap langkah ini dapat memperkuat pertahanan tanaman padi agar tetap produktif hingga masa panen,” tambahnya.

Petugas juga mengingatkan petani agar tidak hanya mengandalkan penyemprotan pestisida, tetapi juga menerapkan pola tanam yang baik, menjaga kebersihan lahan, serta melakukan pengamatan rutin di sawah.

“Petani harus memiliki ilmu sekaligus usaha. Jangan membiarkan tanaman terabaikan. Pengendalian hama sebaiknya dilakukan sejak dini, bukan setelah serangan meluas,” tegasnya.

Muhammad Nur menambahkan, meski jumlah POPT di Aceh Utara masih terbatas satu petugas biasanya membawahi dua hingga tiga kecamatan yang mencakup puluhan desa dinas tetap berkomitmen melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkala.

“Memang jumlah petugas terbatas, tetapi pengamatan lapangan tetap rutin dilakukan. Ini sudah menjadi tugas kami untuk menjaga tanaman padi dari ancaman hama,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang petani Desa Alue Drien, Syahrul, menyambut baik langkah pengendalian hama yang dilakukan dinas. Ia berharap kegiatan serupa bisa lebih sering dilaksanakan agar serangan hama tidak menimbulkan kerugian besar.

“Selama ini kami sudah berusaha melakukan penyemprotan sendiri, tapi hasilnya kurang maksimal. Dengan adanya pendampingan dari dinas, kami lebih tenang karena merasa tidak berjuang sendiri menghadapi hama,” ujarnya.

Syahrul juga mengharapkan agar pemerintah menjaga kestabilan harga gabah. “Kalau panen nanti harga gabah jatuh, sama saja kami tetap rugi. Jadi kami berharap pemerintah memperhatikan harga gabah di tingkat petani,” katanya.

Kegiatan pengendalian hama wereng di Desa Alue Drien turut dihadiri Ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cot Girek Adhar, POPT Kabupaten Aceh Utara Vitri Aulia, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Siti Mariah, Mantri Tani Cot Girek Faisal, Babinsa setempat, serta masyarakat desa.(*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Aceh Utara Benar Pejuang Janji Masa Kompaye Kini Ditunaikan
Wali Nanggroe Aceh Melayat ke Rumah Duka Abu Len di Aceh Utara
Mantan Panglima GAM Wilayah Pase, Abu Bakar A. Latif (Abu Len), Tutup Usia
Ribuan Kepala Daerah dan Pimpinan Lembaga Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat–Daerah 2026
Plt Sekda Aceh Utara Pimpin Apel Gabungan, Serahkan Santunan Jaminan Kematian ASN
H. Ruslan M. Daud Resmi Terpilih sebagai Ketua DPW PKB Aceh Periode 2026–2031
Pasokan Air Mulai Normal, Pemulihan Irigasi Jambo Aye Ditargetkan Bertahap Hingga Juni
Mutasi Kepala Sekolah di Aceh Utara Menuai Sorotan, Praktik Pascabencana dan Pertimbangan Kemanusiaan Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:46 WIB

Bupati Aceh Utara Benar Pejuang Janji Masa Kompaye Kini Ditunaikan

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:38 WIB

Wali Nanggroe Aceh Melayat ke Rumah Duka Abu Len di Aceh Utara

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:46 WIB

Mantan Panglima GAM Wilayah Pase, Abu Bakar A. Latif (Abu Len), Tutup Usia

Senin, 2 Februari 2026 - 19:12 WIB

Ribuan Kepala Daerah dan Pimpinan Lembaga Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat–Daerah 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 13:17 WIB

Plt Sekda Aceh Utara Pimpin Apel Gabungan, Serahkan Santunan Jaminan Kematian ASN

Berita Terbaru