Rp650 Triliun untuk Daerah di 2026, Tito: Pendidikan dan Kesehatan Tetap Dijaga

- Penulis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | JAKARTA – Pemerintah pusat menetapkan anggaran transfer ke daerah dalam RAPBN 2026 sebesar Rp650 triliun, turun signifikan dari alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp919 triliun.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan penurunan Rp269 triliun itu tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan daerah. Sebab, sebagian besar kebutuhan dasar masyarakat tetap ditanggung oleh kementerian/lembaga melalui anggaran yang mencapai Rp1.300 triliun.

“Alokasi transfer ke daerah akan memperhatikan kemampuan fiskal masing-masing daerah. Untuk daerah dengan PAD rendah, pemerintah pusat tetap hadir memastikan pelayanan publik tidak terganggu,” ujar Tito dalam konferensi pers RAPBN & Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Tito menyebut, sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial sebagian besar sudah dikover langsung pemerintah pusat. “Meski ada pengalihan, pemerintahan tetap berjalan dan masyarakat bisa merasakan dampaknya karena langsung dikerjakan pemerintah pusat,” tambahnya.

Berdasarkan realisasi APBN 2025, rata-rata pendapatan daerah tercatat Rp674 triliun dengan belanja Rp652 triliun. Beberapa daerah menonjol dalam kinerja fiskal, seperti Sumbawa Barat (104%) dan Banjar Baru (78%), sementara rata-rata kabupaten lainnya masih rendah.

Di tingkat provinsi, Jawa Barat mencatat belanja tertinggi, sementara Papua Barat Daya dinilai berhasil dalam penyerapan anggaran sebagai daerah baru. “Ada provinsi yang memiliki cadangan kuat seperti Maluku Utara, sedangkan DKI Jakarta dan Jawa Barat tetap menjadi penyumbang belanja besar,” pungkas Tito.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya
Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia
Pulihkan Semangat Seniman Pasca-Banjir Besar, Komunitas Solo Raya Salurkan Bantuan untuk Maestro Rapai di Aceh Utara
Wakil Gubernur Aceh Faddlullah Tegaskan Penanganan Banjir Aceh Utara dan Aceh Tamiang, Penyesuaian Bantuan Rumah Rusak
Menko Polkam RI dan Pejabat Tinggi Kunjungi Kecamatan Lapang, Gampong Kula Cangkoy Pasca-Banjir Besar
Ketika Meja Sekolah Tak Tersisa, Punggung Jurnalis Jadi Alas Menulis Plt Sekda
Mendagri Lepas Praja IPDN ke Daerah Bencana, Aceh Termasuk Tujuan Penugasan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:57 WIB

Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:49 WIB

Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:34 WIB

Pulihkan Semangat Seniman Pasca-Banjir Besar, Komunitas Solo Raya Salurkan Bantuan untuk Maestro Rapai di Aceh Utara

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:08 WIB

Wakil Gubernur Aceh Faddlullah Tegaskan Penanganan Banjir Aceh Utara dan Aceh Tamiang, Penyesuaian Bantuan Rumah Rusak

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:52 WIB

Menko Polkam RI dan Pejabat Tinggi Kunjungi Kecamatan Lapang, Gampong Kula Cangkoy Pasca-Banjir Besar

Berita Terbaru