Pelita Air Catat Sejarah, Terbang Perdana Gunakan Bahan Bakar SAF Pertamina dari Minyak Jelantah

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | BALI – Pertamina melalui anak usahanya, Pelita Air, mencetak sejarah baru dunia penerbangan Indonesia dengan melaksanakan penerbangan perdana menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO). Penerbangan dengan rute Jakarta–Bali tersebut berlangsung pada Rabu (20/8/2025) dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyebut momentum ini sebagai tonggak penting bagi Pertamina dan dunia penerbangan nasional. SAF, kata dia, merupakan bahan bakar ramah lingkungan dengan campuran 2,5% UCO yang mampu menekan emisi karbon.

“Ini sesuatu yang bersejarah, karena Pelita Air terbang dengan bahan bakar SAF atau bahan bakar pesawat berkelanjutan. Dengan minyak jelantah kita bisa mengudara sambil membuat langit lebih bersih, mengurangi emisi, sekaligus menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung keberlanjutan,” ujar Agung di Bali, Kamis (21/8/2025).

Sejumlah penumpang mengaku pengalaman terbang dengan SAF tidak jauh berbeda dengan avtur konvensional. Grace, penumpang asal Jakarta, menuturkan perjalanan tetap nyaman tanpa kendala.

“Rasanya smooth aja, gak ada masalah. Pertamina memang selalu jadi yang pertama soal energi, jadi saya merasa aman naik Pelita Air,” ungkapnya.

Penumpang lainnya, Saiful, merasa bangga menjadi bagian dari penerbangan perdana ini.

“Saya baru tahu Pelita Air menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Keren juga Pertamina, sukses terus untuk Pelita Air dan Pertamina,” katanya.

Pertamina menegaskan penerbangan dengan SAF ini sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung target Net Zero Emission 2060. Program energi berkelanjutan tersebut juga menjadi kontribusi nyata Pertamina terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakyat Aceh Geram: Tiang Listrik Masih Tumbang, Banyak Daerah Masih Gelap Total, Tapi Bahlil Klaim “Listrik Normal 93% Persen” ke Presiden
Presiden Prabowo di Aceh: Sawah Rusak Akan Direhabilitasi, Hutang KUR Petani Berpotensi Dihapus
Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Agam, Pastikan Penanganan Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Warga Aceh Utara Desak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ungkap Temuan Penting Penyisiran Tim Gabungan
SPPG Paya Beurandang Salurkan Ribuan Porsi Makanan untuk Korban Banjir di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Meurah Mulia, dan Samudera
Presiden Prabowo Pastikan Bantuan untuk Pengungsi Terus Mengalir, Pemulihan Infrastruktur Dikebut
Pemerintah Kawal Pemulihan Sumatra: Dari Tanggap Darurat Hingga Rehabilitasi Menyeluruh
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 04:16 WIB

Rakyat Aceh Geram: Tiang Listrik Masih Tumbang, Banyak Daerah Masih Gelap Total, Tapi Bahlil Klaim “Listrik Normal 93% Persen” ke Presiden

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:29 WIB

Medan–Banda Aceh Segera Tersambung Kembali, Dua Jembatan Bailey Dipasang 24 Jam di Bireuen

Jumat, 5 Desember 2025 - 03:52 WIB

Wapres Gibran Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Agam, Pastikan Penanganan Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Jumat, 5 Desember 2025 - 02:06 WIB

Warga Aceh Utara Desak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ungkap Temuan Penting Penyisiran Tim Gabungan

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:53 WIB

SPPG Paya Beurandang Salurkan Ribuan Porsi Makanan untuk Korban Banjir di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Meurah Mulia, dan Samudera

Berita Terbaru