Dante Saksono: Eliminasi Penyakit Tropis Perlu Komitmen Nasional

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono

i

Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono

PELITANASIONAL | JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., mengajak seluruh pemerintah daerah memperkuat upaya eliminasi penyakit tropis terabaikan atau Tropical Neglected Diseases (NTDs) yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Ajakan itu disampaikan Dante dalam acara penyerahan sertifikat eliminasi kusta, filariasis, dan frambusia yang digelar di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

“Penyakit tropis terabaikan adalah salah satu yang paling sulit dikendalikan. Namun jika tiga penyakit ini berhasil dieliminasi, saya yakin lima penyakit lainnya juga bisa,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Kemenkes.

Menurut Dante, pencapaian sejumlah daerah dalam memperoleh sertifikat eliminasi harus menjadi pemicu bagi kabupaten dan kota lain untuk meneguhkan komitmen yang sama. Ia menargetkan seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia bisa bergerak bersama menuju bebas NTDs.

Wamenkes menegaskan, eliminasi penyakit tropis terabaikan tidak hanya membutuhkan kerja keras sektor kesehatan, tetapi juga kolaborasi lintas sektor dan sinergi antara pusat dan daerah.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan bergandengan tangan memperkuat kerja sama ini,” katanya.

Dante menambahkan, penghargaan eliminasi bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk menjaga konsistensi. Ia juga mengapresiasi daerah yang berhasil memperoleh lebih dari satu penghargaan, dan menyebut capaian itu sebagai contoh komitmen yang patut ditiru daerah lain.

Di penghujung sambutannya, Wamenkes menekankan pentingnya kejujuran dalam pelaporan insiden penyakit.

“Akurasi data akan selalu menjadi perhatian pemerintah pusat. Kejujuran dalam melaporkan kasus sangat penting agar langkah penanganan bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan
Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara
Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya
Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia
Pulihkan Semangat Seniman Pasca-Banjir Besar, Komunitas Solo Raya Salurkan Bantuan untuk Maestro Rapai di Aceh Utara
Wakil Gubernur Aceh Faddlullah Tegaskan Penanganan Banjir Aceh Utara dan Aceh Tamiang, Penyesuaian Bantuan Rumah Rusak
Menko Polkam RI dan Pejabat Tinggi Kunjungi Kecamatan Lapang, Gampong Kula Cangkoy Pasca-Banjir Besar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:52 WIB

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:27 WIB

Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:57 WIB

Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:49 WIB

Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:50 WIB

Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru