Pasokan Air Mulai Normal, Pemulihan Irigasi Jambo Aye Ditargetkan Bertahap Hingga Juni

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara | Pelitanasional.com– Pemulihan Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye/Langkahan pascabanjir besar tidak hanya difokuskan pada pembukaan pintu air, tetapi juga dilakukan secara bertahap melalui target fungsional, rehabilitasi, hingga modernisasi jaringan irigasi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan uji coba pengaliran air di Bendung Jambo Aye/Langkahan, Sabtu (31/1/2026).

Perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menyampaikan bahwa pada bulan Maret 2026, langkah awal akan difokuskan untuk mengejar target fungsional pengendalian aliran air dari BJA 0 hingga BJA 5.

“Insya Allah, pada bulan Maret ini kami akan memfokuskan langkah awal untuk mengejar target fungsional, yakni pengendalian dari BJA 0 sampai dengan BJA 5. Selanjutnya, di bulan Maret pula kami akan melakukan penanganan di wilayah Panton Labu. Memang tidak seluruhnya dapat ditangani sekaligus, namun sebagian akan mulai difungsikan secara bertahap,” ujarnya.

Setelah penanganan di Panton Labu, upaya pemulihan akan dilanjutkan ke wilayah Lhok Sukon. Dari potensi sekitar 5.000 hektare, tahap awal ditargetkan sekitar 2.000 hektare dapat mulai difungsikan secara bertahap. Selama masa tanggap darurat, upaya yang dilakukan difokuskan pada memfungsionalkan infrastruktur irigasi semaksimal mungkin.

Adapun persoalan teknis seperti dimensi bangunan, kekuatan konstruksi, serta aspek struktur permanen lainnya akan ditangani pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab–rekon) yang direncanakan mulai bulan Juni 2026.

“Permasalahan teknis akan kami permanenkan pada masa rehab-rekon. Insya Allah tahapan tersebut dimulai bulan Juni,” jelasnya.

Bersamaan dengan itu, BWS Sumatera I juga merencanakan modernisasi pengelolaan irigasi DI Jambo Aye, yang merupakan salah satu daerah irigasi andalan di bawah pengelolaan BWS Sumatera I.

Untuk mendukung kelancaran tahapan rehab-rekon, pihak BWS mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya DPRK, agar pelaksanaan rehabilitasi dan modernisasi jaringan irigasi dapat berjalan maksimal. Harapannya, dengan pengelolaan irigasi yang lebih modern, distribusi air—yang selama ini kerap terlambat menjangkau wilayah Senudun dan daerah lainnya—dapat berlangsung lebih optimal.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa tantangan pemulihan cukup berat, mengingat BWS Sumatera I secara bersamaan juga menangani kerusakan irigasi di wilayah Sigli, Aceh Timur, dan Bireuen. Dari sejumlah lokasi terdampak, Jambo Aye dan Panton Labu menjadi titik kerusakan yang paling signifikan. Panton Labu sendiri ditargetkan mulai difungsikan pada bulan Maret, meskipun progres Jambo Aye saat ini masih lebih unggul.

Selain paparan teknis, apresiasi disampaikan kepada Setia Budi, Ketua Unit Pengelola Irigasi (UPI) Jambo Aye/Langkahan, yang dinilai aktif sejak hari-hari awal bencana.

“Sejak awal kejadian, beliau sudah berada di lapangan. Selain menangani teknis, juga terlibat langsung dalam evakuasi serta pengantaran bantuan sembako ke masyarakat, termasuk di kawasan Rumoh Rayeuk,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PT Bim Nidya Karya serta Jarot, yang turut berperan dalam proses pemulihan meskipun tidak dapat hadir langsung pada kegiatan tersebut.

Dengan target fungsional pada bulan Maret dan rehab-rekon yang direncanakan mulai Juni, pemulihan irigasi Jambo Aye diharapkan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan guna mendukung pertanian serta kebutuhan air masyarakat pascabanjir. (Mul)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Aceh Utara Dukung Pemboran PT PGE, Bupati dan Wabup Kompak Tagih Bukti Nyata untuk Masyarakat
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Gelar Tradisi Peusijuek Calon Jamaah Haji 2026
BPMA dan PGE Sosialisasikan Rencana Pemboran Eksplorasi Migas di Aceh Utara
Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi (Panyang) Buka Pelatihan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026
Dandim 0103/Aceh Utara Percepat Pembangunan Jembatan Plu Pakam dan Sosialisasi Koperasi Merah Putih
Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemkab Aceh Utara Tekankan Semangat Desentralisasi dan Pelayanan Publik
JKA Terancam Putus per 1 Mei: Geuchik Harus Ambil Alih Peran Operator Desa yang Macet Demi Hak Sehat Warga
Geuchik Ulee Glee Siap Dampingi Anak Yatim dan Miskin Masuk Pesantren Gratis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:14 WIB

Pemkab Aceh Utara Dukung Pemboran PT PGE, Bupati dan Wabup Kompak Tagih Bukti Nyata untuk Masyarakat

Kamis, 30 April 2026 - 20:29 WIB

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Gelar Tradisi Peusijuek Calon Jamaah Haji 2026

Kamis, 30 April 2026 - 14:47 WIB

BPMA dan PGE Sosialisasikan Rencana Pemboran Eksplorasi Migas di Aceh Utara

Rabu, 29 April 2026 - 13:38 WIB

Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi (Panyang) Buka Pelatihan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026

Senin, 27 April 2026 - 15:05 WIB

Dandim 0103/Aceh Utara Percepat Pembangunan Jembatan Plu Pakam dan Sosialisasi Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru