Pemerataan Mutu Pendidikan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Jadi Sorotan

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | JAKARTA – Dua isu strategis pendidikan, yakni pemerataan mutu pendidikan di Yogyakarta dan penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Sleman, menjadi fokus utama policy brief hasil kajian peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Tahun 2025.

Dalam presentasi di Graha Utama, Gedung A Kemendikdasmen, Kamis (21/8), peserta memaparkan sejumlah rekomendasi yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

Paparan pertama disampaikan oleh kelompok yang dipimpin Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha. Mereka menyoroti empat persoalan utama pendidikan di Yogyakarta: akses TIK dan konten digital yang belum merata, kemitraan pendidikan yang belum terstruktur, distribusi guru yang tidak sesuai kebutuhan, serta masih adanya kesenjangan mutu antarwilayah.

Untuk mengatasinya, kelompok ini menawarkan empat solusi kunci: Digital Learning Equity Program, revitalisasi sekolah komunitas berbasis nilai lokal, redistribusi guru adaptif berbasis data spasial, serta pembentukan Forum Integrasi Perencanaan Pendidikan lintas OPD.

Sementara itu, kelompok kedua yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, menyoroti 2.595 anak tidak sekolah (ATS) di Sleman per Mei 2025. Dari jumlah tersebut, 312 anak belum pernah bersekolah, 1.500 anak putus sekolah, dan 783 anak tidak melanjutkan pendidikan.

Rekomendasi mereka mencakup pembentukan Pusat Layanan Terpadu ATS Inklusif, program Jemput Bola Digital dan Komunitas, kemitraan dengan sektor swasta serta lembaga disabilitas, hingga inovasi berupa Sekolah Rakyat multi entry–multi exit serta rekognisi pengalaman kerja untuk anak usia produktif.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan penanganan ATS.

“Pendidikan tidak bisa dilihat dari satu sudut saja. Solusi harus multi-strategis, melibatkan pendekatan sosial, budaya, hingga keagamaan. Jika tidak, kita akan kehilangan gambaran besar,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga menekankan dua hal penting: perlunya partisipasi semesta dalam meningkatkan kualitas kebijakan, serta pengakuan terhadap inisiatif masyarakat yang kerap lebih dulu hadir menjawab persoalan pendidikan.

Kepala PPSDM, Handjar, menambahkan bahwa policy brief ini merupakan hasil nyata dari rangkaian visitasi kepemimpinan di Yogyakarta dan Sleman sejak April 2025. “Dokumen ini bersifat praktis, berbasis data, dan bisa menjadi referensi nyata dalam pengambilan keputusan untuk memperkuat sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Sebanyak 30 peserta dari berbagai instansi pusat dan daerah – mulai dari Kemendikdasmen, Kemdiktisaintek, Bappenas, Polri, hingga pemerintah daerah – terlibat dalam penyusunan policy brief ini.

Policy brief hasil PKN II Angkatan V 2025 diharapkan menjadi pijakan penting dalam mempercepat pemerataan mutu pendidikan sekaligus memperkuat upaya menekan angka anak tidak sekolah di Indonesia.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan
Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara
Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya
Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia
Pulihkan Semangat Seniman Pasca-Banjir Besar, Komunitas Solo Raya Salurkan Bantuan untuk Maestro Rapai di Aceh Utara
Wakil Gubernur Aceh Faddlullah Tegaskan Penanganan Banjir Aceh Utara dan Aceh Tamiang, Penyesuaian Bantuan Rumah Rusak
Menko Polkam RI dan Pejabat Tinggi Kunjungi Kecamatan Lapang, Gampong Kula Cangkoy Pasca-Banjir Besar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:52 WIB

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:27 WIB

Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:49 WIB

Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:50 WIB

Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:34 WIB

Pulihkan Semangat Seniman Pasca-Banjir Besar, Komunitas Solo Raya Salurkan Bantuan untuk Maestro Rapai di Aceh Utara

Berita Terbaru