Mutasi Kepala Sekolah di Aceh Utara Menuai Sorotan, Praktik Pascabencana dan Pertimbangan Kemanusiaan Dipertanyakan

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA| Pelita nasional .com, 30 Januari 2026 – Mutasi kepala sekolah menengah atas (SMA), SLB, dan SMK di Aceh Utara beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik karena dinilai menimbulkan beban baru bagi sekolah dan kepala satuan pendidikan, terutama dalam konteks pemulihan pascabencana.

Sejumlah kepala sekolah dipindahkan ke sekolah dengan jarak tempuh yang jauh, jumlah siswa berbeda jauh, dan tanpa memperhatikan kondisi kemanusiaan maupun fase pemulihan pendidikan pascabanjir besar 26 November 2025 lalu.

Hasbi, misalnya, yang sebelumnya memimpin SMAN 1 Lhoksukon dengan 864 siswa, dipindahkan ke SMAN 2 Dewantara yang hanya memiliki 160 siswa dan berjarak 52 kilometer dari tempat tinggalnya. Sayuti, M.Pd, dari SMAN 1 Meurah Mulia (370 siswa), dipindahkan ke SMAN 1 Geuredong Pase dengan 120 siswa dan jarak tempuh 25 kilometer. Sementara Talhah, M.Pd, dari SMAN 1 Tanah Jambo Aye (868 siswa) dimutasi ke SMAN 2 Kuta Makmur yang hanya memiliki 43 siswa dengan jarak tempuh 90 kilometer.

Situasi ini dinilai kontraproduktif karena sekolah-sekolah besar dengan ratusan siswa membutuhkan kepemimpinan yang stabil untuk memulihkan proses belajar pascabanjir.

“Mutasi tanpa mempertimbangkan jarak tempuh, jumlah siswa, dan kondisi sekolah pascabencana sulit diterima akal sehat,” ujar sumber pendidikan di Aceh Utara.

Sorotan juga ditujukan pada Khairuddin, M.Pd, guru berprestasi tingkat nasional dan inovator pendidikan, yang kini kembali bertugas sebagai guru di SMAN 1 Payah Bakong. Sebelumnya, Khairuddin merupakan kepala sekolah yang aktif membina komunitas BGTK Aceh dan menjadi sumber pelatihan bagi guru dan kepala sekolah lain.

Selain itu, mutasi ini dilakukan menjelang pelaksanaan SNBP dan SNBT bagi siswa kelas 12, sehingga stabilitas kepemimpinan menjadi faktor krusial. Beberapa sekolah yang dekat dengan domisili kepala sekolah masih kosong kepemimpinannya, sementara sekolah dengan jumlah siswa lebih banyak justru diisi kepala sekolah baru yang kurang berpengalaman.

Para pendidik menekankan bahwa mutasi kepala sekolah tetap sah secara administrasi, tetapi idealnya dilakukan dengan kebijaksanaan, proporsional, dan memperhatikan konteks kemanusiaan, jarak tempuh, serta kapasitas sekolah.

Evaluasi kebijakan di masa pemulihan bukan sekadar formalitas, melainkan wujud kepemimpinan yang bijak.
Dengan mempertimbangkan nalar normal dan empati pascabencana, diharapkan pendidikan Aceh Utara dapat pulih tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari keberlanjutan kepemimpinan sekolah.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surat Sakti yang Tak Pernah Sakti: Ketika “Pemutusan Kontrak PT Wajar Corpora” Hanya Jadi Bahan Obrolan Warung Kopi
Harga Turun, Pembeli Sepi, Petani Semangka Tanjong Ulim Resah
Balai Wilayah Sungai Sumatera I Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan PKS Program P3-TGAI 2026
Siswi Penghafal Al-Qur’an Jadi Korban Kecelakaan Maut di Pidie
Bupati Aceh Utara Lepas Pawai Ta’aruf dan Bazar Muharram Gratis Peringati 1 Muharram 1448 H
Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera
HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Surat Sakti yang Tak Pernah Sakti: Ketika “Pemutusan Kontrak PT Wajar Corpora” Hanya Jadi Bahan Obrolan Warung Kopi

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:32 WIB

Harga Turun, Pembeli Sepi, Petani Semangka Tanjong Ulim Resah

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:20 WIB

Balai Wilayah Sungai Sumatera I Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan PKS Program P3-TGAI 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:51 WIB

Siswi Penghafal Al-Qur’an Jadi Korban Kecelakaan Maut di Pidie

Senin, 15 Juni 2026 - 14:25 WIB

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera

Berita Terbaru