PELITANASIONAL | ACEH UTARA – Suasana Masjid Baitut Taqwa di Gampong Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Sabtu pagi (30/8/2025), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan siswa SD Negeri 7 Tanah Luas bersama dewan guru hadir dengan wajah ceria, bergotong royong membersihkan masjid dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-65.
Dengan sapu kecil di tangan, sebagian anak menyapu halaman masjid. Ada pula yang sibuk mengepel lantai, merapikan sandal jamaah, hingga menata pot bunga di pelataran. Senyum dan canda anak-anak berpadu dengan kerja sama yang tulus, mencerminkan bahwa pendidikan sejati lahir tidak hanya dari buku pelajaran, tetapi juga dari pengalaman hidup.
Kepala SDN 7 Tanah Luas, Ibu Nurhafdar, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai sosial, kepedulian, dan kebersamaan sejak dini.
“Gotong royong di masjid mengajarkan anak-anak arti kebersamaan, tanggung jawab, dan pengabdian. Mereka belajar bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah adalah bagian dari amal kebaikan. Hardikda tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan sejati juga ada di tengah masyarakat,” ujarnya
Masyarakat Gampong Pulo U pun menyambut hangat kegiatan ini. Seorang tokoh gampong mengungkapkan rasa bangganya melihat generasi muda tumbuh dengan semangat kebersamaan.
“Melihat anak-anak ini membersihkan masjid membuat hati kami terharu. Semoga mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang peduli, rendah hati, dan bermanfaat bagi lingkungannya,” ucapnya.
Kegiatan sederhana ini meninggalkan kesan mendalam: bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai di rapor, melainkan juga tentang menanamkan akhlak, kepedulian, dan cinta kepada lingkungan sekitar. Dari sapu kecil di tangan seorang anak, lahir pesan besar untuk masa depan: pendidikan adalah cahaya yang harus menerangi ruang kelas dan kehidupan masyarakat.