Distanpan Aceh Utara: Cuaca Ekstrem dan Tingginya Permintaan Picu Lonjakan Harga Cabai

- Penulis

Senin, 15 September 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITA NASIONAL| ACEH UTARA – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Aceh Utara, Erwandi, S.P, menjelaskan tingginya harga cabai merah di sejumlah pasar daerah itu dipengaruhi oleh banyak faktor.

Menurutnya, harga cabai tidak hanya bergantung pada ketersediaan pasokan, tetapi juga dipicu oleh kondisi alam dan kebutuhan masyarakat.

“Faktor penyebab kenaikan harga cabai di antaranya cuaca ekstrem, serangan hama, keterbatasan jumlah produsen, biaya produksi yang meningkat, serta ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar. Selain itu, tingginya permintaan konsumen dalam rangka peringatan Maulid Nabi juga ikut menjadi pemicu lonjakan harga,” ujar Erwandi kepada PASESATU, Senin (15/9/2025).

Sebagai langkah antisipasi, Distanpan Aceh Utara sedang melaksanakan gerakan tanam cabai dengan menyalurkan bantuan sarana produksi (saprodi) kepada sejumlah kelompok tani (poktan). Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi cabai lokal dan menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Melalui gerakan tanam dan bantuan saprodi kepada beberapa kelompok tani, kita berharap produksi cabai bisa ditingkatkan sehingga ke depan harga lebih stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga cabai merah di Pasar Kota Panton Labu, Aceh Utara, melonjak tajam dari Rp60.000 per kilogram pada Minggu (14/9/2025) menjadi Rp80.000–Rp85.000 per kilogram pada Senin (15/9/2025). Kenaikan ini membuat daya beli masyarakat menurun, sementara pedagang mengaku pasokan dari luar daerah belum lancar.

Sumber Berita: Pasesatu.com

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca Banjir 2025, Petani Berjuang Selamatkan Sisa Panen yang Terendam
Pembangunan Hunian Sementara di Kecamatan Langkahan Capai 99 Persen, 215 Unit Siap Dihuni
Tito Karnavian Tinjau Lokasi Banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Pastikan Huntara dan Bantuan Warga Terdampak
Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia
Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga, Pastikan Pemulihan Pascabencana Tepat Waktu
Wagub Aceh Serukan Persatuan TNI–Polri–GAM dalam Misi Kemanusiaan Pascainsiden Aceh Utara
Enam Hari Menuju Akhir Status Darurat, Tangis 600 Ribu Warga Aceh Utara Menunggu Negara Hadir
Gas Melon Rp 170 Ribu, Bencana di Bener Meriah Tak Hanya dari Alam, Tapi dari Harga!
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:01 WIB

Pasca Banjir 2025, Petani Berjuang Selamatkan Sisa Panen yang Terendam

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:03 WIB

Pembangunan Hunian Sementara di Kecamatan Langkahan Capai 99 Persen, 215 Unit Siap Dihuni

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:54 WIB

Tito Karnavian Tinjau Lokasi Banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Pastikan Huntara dan Bantuan Warga Terdampak

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:50 WIB

Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia

Kamis, 1 Januari 2026 - 01:01 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga, Pastikan Pemulihan Pascabencana Tepat Waktu

Berita Terbaru

Jakarta

Tak Pasang Label Harga MBG? BGN Pastikan SPPG Kena Tindakan

Jumat, 27 Feb 2026 - 14:16 WIB