Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA | pelitanasional.com— Kabupaten Aceh Utara dilanda bencana banjir besar dengan dampak kemanusiaan yang sangat masif. Berdasarkan data terbaru Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara per 8 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, tercatat 433.064 jiwa dari 124.549 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung akibat banjir yang meluas hampir di seluruh kecamatan.

Skala bencana ini menjadi salah satu yang terparah dalam sejarah Aceh Utara, ditandai tingginya angka korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta lumpuhnya aktivitas ekonomi dan layanan publik.

Korban Jiwa dan Krisis Kemanusiaan

Data resmi BPBD mencatat 230 orang meninggal dunia, sementara 6 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, 2.127 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan beragam.

Sebanyak 67.876 jiwa (19.047 KK) terpaksa mengungsi dan kini tersebar di 210 titik lokasi pengungsian yang sebagian besar berada di fasilitas umum dan bangunan darurat.

Kelompok rentan menjadi perhatian utama dalam kondisi darurat ini. Tercatat 9.525 balita, 6.895 lansia, 1.433 ibu hamil, serta 513 penyandang disabilitas berada dalam situasi rawan dan membutuhkan penanganan khusus. Sektor pendidikan turut terdampak, dengan 74.383 siswa dan 9.071 guru tidak dapat menjalankan aktivitas belajar mengajar akibat sekolah terendam banjir.

Ribuan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Banjir merendam dan menghancurkan permukiman warga dalam skala besar. Sebanyak 72.364 unit rumah terendam, sementara 3.506 rumah dilaporkan hilang atau tersapu arus banjir.

Kerusakan juga meluas pada fasilitas publik vital, di antaranya:

432 ruas jalan dan 69 unit jembatan mengalami kerusakan, memutus akses antarwilayah.

670 unit fasilitas pendidikan (PAUD, SD, dan SMP) terdampak, termasuk kerusakan ribuan set alat peraga dan fasilitas laboratorium.

5 Puskesmas dan 61 Puskesmas Pembantu (Pustu) mengalami kerusakan sedang hingga berat, menghambat layanan kesehatan masyarakat.

124 masjid dan 16 meunasah dilaporkan rusak akibat terjangan banjir.

Ekonomi Lumpuh, Pertanian Puso

Dampak banjir turut melumpuhkan perekonomian masyarakat. Laporan BPBD mencatat 11.929 hektar sawah padi mengalami puso (gagal panen) dan 10.674 hektar tambak terendam banjir, mengancam ketahanan pangan dan mata pencaharian ribuan keluarga petani dan nelayan.

Selain itu, ribuan unit UMKM dan pasar rakyat mengalami kerusakan signifikan. Pemerintah daerah memperkirakan dampak ekonomi jangka panjang akan sangat berat jika tidak segera ditangani dengan kebijakan pemulihan yang menyeluruh.

Pemerintah Siaga, Warga Diminta Waspada

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui BPBD dan Diskominsa terus melakukan upaya evakuasi, pendataan korban, serta pendistribusian bantuan logistik dan layanan kesehatan di lokasi-lokasi pengungsian.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan kondisi cuaca belum stabil. Pemerintah daerah juga meminta dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan pusat untuk percepatan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.

Banjir besar ini tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga duka mendalam bagi ribuan keluarga di Aceh Utara yang kini berjuang untuk bertahan dan bangkit dari salah satu bencana terburuk yang pernah mereka alami.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jamaluddin Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara, DPR RI Tekankan Tanggung Jawab Negara
Gampong Kreung Lingka Miliki Geuchik Baru, T. Reza Ichwan Lantik Efendi Nurdin
Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang
Pemerintah Aceh Umumkan 10 Nama Lulus Seleksi Administrasi JPT Pratama 
Pemkab Aceh Utara Buka Pelaporan Kerugian Bencana hingga 17 Januari 2026
Kementan Salurkan Bantuan 200 Mobil untuk Korban Banjir Aceh Utara dan Sumatra Fokus pada Pemulihan Pertanian dan Pendidikan
Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu
Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 20:27 WIB

Jamaluddin Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara, DPR RI Tekankan Tanggung Jawab Negara

Senin, 19 Januari 2026 - 17:12 WIB

Gampong Kreung Lingka Miliki Geuchik Baru, T. Reza Ichwan Lantik Efendi Nurdin

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:45 WIB

Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:54 WIB

Pemerintah Aceh Umumkan 10 Nama Lulus Seleksi Administrasi JPT Pratama 

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:22 WIB

Pemkab Aceh Utara Buka Pelaporan Kerugian Bencana hingga 17 Januari 2026

Berita Terbaru