Aceh Utara | Pelitanasional.com– Luka pascabencana sering kali tidak hanya membekas pada infrastruktur yang hancur, namun juga menyisakan trauma mendalam di benak anak-anak. Menyadari hal tersebut, lembaga kemanusiaan Aceh Orphan Center for the Children (AOCC) berkolaborasi dengan barisan relawan muda dari Gen Z UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNa) Lhokseumawe menggelar aksi kemanusiaan di Desa Bukit Padang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Jumat (23/01/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah paket lengkap pemulihan berbasis spiritual dan psikososial. Di tengah sisa-sisa dampak bencana, para relawan hadir membawa semangat baru melalui rangkaian agenda silaturahmi, pengajian bersama, pendampingan trauma healing, hingga pembagian kitab suci Al-Qur’an dan Iqra.
Kolaborasi Lintas Batas
Aksi yang dipusatkan di Posko Trauma Healing Klaster 3 Desa Bukit Padang ini menunjukkan betapa kuatnya kekuatan kolaborasi. Dukungan penuh mengalir dari berbagai pihak, mulai dari Pos Terpadu BNPB Korem 011/Lilawangsa yang mengawal sisi logistik dan keamanan, hingga Indonesian Gastronomi Association (IGA). Uniknya, solidaritas ini pun melintasi samudra dengan adanya donasi dari sejumlah hamba Allah di New York, Amerika Serikat, yang bertindak sebagai mitra kolaborasi internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama generasi muda di sini, tidak merasa sendirian. Bantuan fisik itu penting, tetapi kesehatan mental dan asupan spiritual adalah fondasi untuk bangkit kembali,” ujar salah satu koordinator lapangan dari AOCC.
Menanam Nilai Spiritual di Tengah Duka
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan penyerahan bantuan Al-Qur’an dan Iqra kepada puluhan anak-anak dan warga setempat. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Panitia berharap pemberian ini dapat menjadi pemantik bagi warga untuk kembali menghidupkan majelis ilmu dan pengajian di tingkat desa, yang sempat terhenti akibat bencana.
Suasana haru sekaligus khidmat menyelimuti sesi pengajian bersama. Anak-anak tampak antusias melantunkan ayat-ayat suci. Pasca pengajian, para relawan dari Gen Z UIN SUNA mengajak anak-anak melakukan tes hafalan surah-surah pendek (Juz Amma). Sebagai bentuk apresiasi dan upaya membangkitkan hormon kebahagiaan, setiap anak yang berani maju dan lancar menghafal diberikan hadiah berupa boneka serta paket edukasi.
Trauma Healing: Mengubah Tangis Menjadi Tawa
Aspek paling krusial dalam aksi ini adalah pendampingan trauma healing. Menggunakan pendekatan “Anak Ceria”, para relawan yang mayoritas mahasiswa ini mengajak anak-anak bermain gim interaktif, bernyanyi, dan bercerita. Strategi ramah anak ini bertujuan untuk mengalihkan memori kolektif mereka dari peristiwa bencana yang menakutkan menuju pengalaman masa kecil yang menyenangkan.
Meskipun akses menuju Desa Bukit Padang masih tergolong sulit dengan medan yang licin dan beberapa titik jalan yang rusak, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para relawan. “Melihat tawa mereka saat memeluk boneka baru adalah obat bagi kelelahan kami menempuh perjalanan jauh,” ungkap seorang relawan Gen Z.
Harapan dan Komitmen Berkelanjutan
Marzuki, salah seorang warga yang rumahnya turut terdampak, mengungkapkan rasa harunya. Baginya, kehadiran para pemuda dan lembaga AOCC memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi warga desa.
“Kegiatan ini membawa ketenangan, kebahagiaan, dan harapan baru bagi anak-anak serta keluarga kami. Mereka yang sebelumnya murung, kini mulai bisa bercanda lagi,” tutur Marzuki dengan mata berkaca-kaca.
AOCC dan Gen Z UIN SUNA Lhokseumawe menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir. Komitmen untuk memberikan dukungan spiritual dan psikososial akan terus dilanjutkan ke beberapa titik klaster lainnya di Aceh Utara. Melalui sinergi antara nilai religius dan kepedulian sosial, diharapkan proses pemulihan masyarakat pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh, demi masa depan anak-anak Aceh yang lebih cerah.






