Aceh Utara | Pelitanasional.com— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Aceh resmi memasuki babak baru kepemimpinan. H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P., yang juga merupakan Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PKB, ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Aceh untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut merupakan hasil forum musyawarah wilayah PKB Aceh yang berlangsung secara demokratis dan penuh khidmat.
Terpilihnya H. Ruslan M. Daud menandai upaya partai untuk memperkuat struktur organisasi dan konsolidasi internal di seluruh wilayah Aceh. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa PKB Aceh menjadi semakin solid, progresif, serta responsif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan politik daerah.
Dukungan terhadap Ruslan M. Daud datang dari berbagai kalangan kader PKB di tingkat daerah. Salah satunya disampaikan oleh Mahmuddin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur dari Fraksi PKB. Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus optimisme terhadap arah kepemimpinan PKB Aceh ke depan.
“Selamat dan sukses atas terpilihnya Bapak H. Ruslan M. Daud sebagai Ketua DPW PKB Aceh. Kami optimis di bawah kepemimpinan beliau, PKB Aceh akan semakin solid dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Serambi Mekkah,” ujar Mahmuddin dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Mahmuddin menilai, penunjukan Ruslan M. Daud sebagai Ketua DPW PKB Aceh merupakan langkah strategis partai dalam memperkuat basis konstituen serta memperluas jangkauan kerja politik PKB di Aceh. Menurutnya, rekam jejak Ruslan yang aktif di tingkat nasional menjadi modal penting dalam menghubungkan kepentingan daerah dengan kebijakan pusat.
Sebagai Anggota DPR RI Komisi V, H. Ruslan M. Daud dikenal vokal dalam memperjuangkan isu-isu strategis yang berkaitan dengan infrastruktur, transportasi, perumahan, dan pembangunan wilayah. Peran tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Aceh yang masih memerlukan percepatan pembangunan serta penguatan konektivitas antarwilayah.
Dengan masa jabatan yang membentang hingga tahun 2031, berbagai agenda penting menanti kepemimpinan Ruslan M. Daud. Salah satu fokus utama adalah konsolidasi internal partai, mulai dari penguatan struktur DPW, DPC, hingga ranting, serta peningkatan kapasitas kader di seluruh tingkatan. Konsolidasi ini dipandang penting untuk menjaga soliditas partai sekaligus mempersiapkan PKB menghadapi agenda politik mendatang.
Selain itu, sinergi antara struktur partai dan perwakilan PKB di lembaga legislatif menjadi salah satu harapan besar kader di daerah. Dukungan dari jajaran DPRK, DPR Aceh, hingga DPR RI diharapkan mampu mendorong keselarasan program kerja partai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Mahmuddin juga menekankan pentingnya peran DPW PKB Aceh dalam menjembatani aspirasi masyarakat daerah agar dapat tersampaikan secara efektif ke tingkat nasional. Dengan posisi Ruslan M. Daud di DPR RI, PKB Aceh dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mengawal kebijakan pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat Aceh.
Kepemimpinan baru DPW PKB Aceh periode 2026–2031 diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguatan politik elektoral, tetapi juga pada kerja-kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Komitmen terhadap nilai-nilai kerakyatan, keadilan sosial, serta pembangunan berkelanjutan menjadi harapan yang disematkan kepada H. Ruslan M. Daud dalam mengemban amanah tersebut.
Dengan dukungan kader dan struktur partai di seluruh Aceh, PKB optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai salah satu kekuatan politik yang konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat dan pembangunan daerah. (Mul)






