Mendiktisaintek : Kampus Harus Jadi Mesin Inovasi Teknologi Indonesia

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University.[IST]

i

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University.[IST]

PELITANASIONAL | JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis sains dan teknologi di Indonesia.

Menurut Brian, peningkatan kapasitas teknologi nasional merupakan kunci agar Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah. Karena itu, kampus harus tampil sebagai pusat riset dan pengembangan yang berkolaborasi erat dengan industri untuk mempercepat hilirisasi.

“Indonesia harus meningkatkan kapasitas teknologinya secara drastis. Kampus adalah motor riset, sementara industri menjadi lokomotif hilirisasi. Sinergi keduanya akan menentukan arah pembangunan ekonomi kita,” ujarnya dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University, Bandung, Rabu (20/8/2025).

Pada kesempatan tersebut, Mendiktisaintek mengapresiasi inovasi insinerator sampah karya dosen dan mahasiswa Teknik Fisika Telkom University yang diberi nama Telurator. Alat tersebut kini sudah dimanfaatkan di sembilan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Telurator dinilai efektif karena mudah dioperasikan, hanya membutuhkan satu liter bahan bakar per jam, serta telah lolos uji emisi dengan hasil memuaskan.

“Insinerator ini bagus sekali, karena bukan sekadar untuk pembelajaran di kampus, tetapi langsung memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Brian.

Ia menyebut inovasi tersebut sebagai contoh nyata dari semangat Diktisaintek Berdampak yang tengah digaungkan oleh kementeriannya. Brian pun berharap praktik serupa bisa direplikasi di perguruan tinggi lain maupun pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem riset nasional.

“Kita tidak bisa menjadi negara maju dengan pola kerja yang biasa-biasa saja. Dibutuhkan sumber daya manusia yang gigih, pantang menyerah, dan mampu melahirkan terobosan. Itulah yang harus dibentuk di kampus,” tegasnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan
Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara
Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya
Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia
Pulihkan Semangat Seniman Pasca-Banjir Besar, Komunitas Solo Raya Salurkan Bantuan untuk Maestro Rapai di Aceh Utara
Wakil Gubernur Aceh Faddlullah Tegaskan Penanganan Banjir Aceh Utara dan Aceh Tamiang, Penyesuaian Bantuan Rumah Rusak
Menko Polkam RI dan Pejabat Tinggi Kunjungi Kecamatan Lapang, Gampong Kula Cangkoy Pasca-Banjir Besar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:52 WIB

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:27 WIB

Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:57 WIB

Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:49 WIB

Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:50 WIB

Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru