Menko Pangan: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.[Antara]

i

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.[Antara]

PELITANASIONAL | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi cerdas, sehat, dan produktif sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

“Program MBG ini menciptakan generasi yang cerdas, kuat, dan produktif agar negara kita menjadi negara maju 2045,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan persnya, Kamis (21/8/2025).

Ia menjelaskan, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak sekolah. Melalui penyediaan makanan sehat dan susu bergizi, program ini diharapkan mampu menekan angka tengkes (stunting), mendukung tumbuh kembang anak, serta meningkatkan kecerdasan dan kualitas kesehatan masyarakat di masa depan.

Menurutnya, program MBG adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat terlihat secara instan. Namun, dampak signifikan akan terasa dalam beberapa tahun mendatang. Zulkifli juga mencontohkan perbedaan perkembangan fisik masyarakat Indonesia dengan Korea Selatan dan Tiongkok yang salah satunya dipengaruhi oleh tingginya konsumsi protein hewani di kedua negara tersebut.

Untuk menjamin kualitas gizi, setiap menu makanan dipastikan memenuhi standar kebersihan dan mutu mulai dari bahan baku, proses pencucian, hingga penyajian. Pengawasan dilakukan secara ketat oleh Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, serta tenaga ahli gizi.

Hingga Agustus 2025, program MBG telah menjangkau sekitar 20 juta penerima manfaat dari target 80 juta orang yang diharapkan tercapai pada akhir tahun ini. Pemerintah pun telah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 triliun untuk melanjutkan program pada 2026.

“Kalau semua SPPG sudah siap, semoga kita bisa melayani secara keseluruhan,” tutur Zulkifli

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan
Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara
Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya
Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia
Pulihkan Semangat Seniman Pasca-Banjir Besar, Komunitas Solo Raya Salurkan Bantuan untuk Maestro Rapai di Aceh Utara
Wakil Gubernur Aceh Faddlullah Tegaskan Penanganan Banjir Aceh Utara dan Aceh Tamiang, Penyesuaian Bantuan Rumah Rusak
Menko Polkam RI dan Pejabat Tinggi Kunjungi Kecamatan Lapang, Gampong Kula Cangkoy Pasca-Banjir Besar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:52 WIB

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:27 WIB

Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:57 WIB

Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:49 WIB

Polda Aceh Beri Kemudahan Pengurusan STNK Hilang atau Rusak Akibat Bencana, Ini Syaratnya

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:50 WIB

Aceh Utara Diterjang Banjir Besar, 433 Ribu Jiwa Terdampak, 230 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru