Jepang Lirik Kembali Potensi Migas Aceh, Siap Jajaki Investasi Besar

- Penulis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH | PELITA NASIONAL – Pemerintah Jepang kembali melirik potensi besar sumber daya migas di Aceh. Ketertarikan itu muncul setelah delegasi Jepang melakukan penjajakan kerja sama energi dengan Pemerintah Aceh dan sejumlah perusahaan operator migas yang beroperasi di wilayah Blok B dan Blok A.

Sumber dari RuangEnergi.com menyebutkan bahwa Jepang menilai Aceh memiliki cadangan gas alam yang strategis dan infrastruktur pipa eksisting yang masih aktif, mulai dari Alur Siwah (Aceh Timur) hingga Lhokseumawe, yang selama ini memasok gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Arun milik PLN.

Rencana ini menimbulkan berbagai pandangan di tingkat daerah. Beberapa kalangan menilai kerja sama tersebut bisa membuka peluang investasi baru dan menghidupkan kembali sektor migas Aceh yang sempat lesu pasca pengambilalihan Blok B dari ExxonMobil kepada Pemerintah Aceh pada 1 Januari 2022 melalui PT Pembangunan Aceh (PEMA) dan anak usahanya, PT Pema Global Energi (PGE).

Namun, sebagian pihak mengingatkan agar Pemerintah Aceh tidak kehilangan kendali atas sumber daya strategis itu. Meskipun hak kelola Blok B telah diserahkan kepada Pemerintah Aceh, faktanya gas yang diproduksi masih disalurkan untuk kepentingan nasional melalui jaringan PLN pusat, bukan sepenuhnya untuk industri dan masyarakat lokal Aceh.

“Jangan sampai Aceh hanya menjadi ladang eksploitasi baru. Keuntungan besar mengalir keluar, sedangkan Aceh tetap menjadi penonton,” ujar salah satu pengamat energi di Lhokseumawe.

Sebelumnya, manajemen PT PGE menyebutkan produksi gas Blok B saat ini mencapai sekitar 50 MMBTU per jam, yang sebagian besar digunakan untuk menyuplai PLTG Arun di Lhokseumawe. Sementara itu, perusahaan Medco E&P Malaka di Blok A, Aceh Timur, juga memproduksi sekitar 72–74 MMSCFD gas yang turut memasok jaringan pembangkit listrik di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Dengan adanya minat Jepang ini, publik menunggu langkah tegas Pemerintah Aceh agar kerja sama yang ditawarkan benar-benar memberikan nilai tambah bagi daerah, bukan sekadar memperkuat ketergantungan pada pihak luar.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:43 WIB

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:45 WIB

GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Berita Terbaru