Harga Gabah Aceh Utara Diawasi Kodim 0103, Petani Lega

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA | PELITA NASIONAL  – Harga gabah di Aceh Utara sempat turun di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini membuat banyak petani di sejumlah gampong khawatir, terutama menjelang puncak panen raya. Penetapan HPP sendiri mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025.

Melihat situasi tersebut, Kodim 0103/Aceh Utara di bawah komando Letkol Arh Jamal Dani langsung bergerak cepat. Tim Babinsa diterjunkan untuk memantau harga gabah di lapangan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga gabah demi ketahanan pangan nasional.

Pengawasan Gabah di Lapangan

Dandim Letkol Jamal Dani menegaskan bahwa pengawasan ini bukan sekadar formalitas. “Kami ingin memastikan petani terlindungi, harga gabah sehat, dan ketahanan pangan nasional terjaga,” ujarnya.

Selain Kodim, pengawasan juga melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, dan Perum Bulog. Sinergi lintas sektor ini dilakukan agar harga gabah tidak jatuh di bawah HPP serta menjaga keseimbangan antara harga, stok, dan kesejahteraan petani.

Penyebab Penurunan Harga Gabah

Penurunan harga gabah di beberapa kecamatan disebabkan oleh beberapa faktor. Curah hujan tinggi membuat kadar air gabah meningkat sehingga kualitas menurun. Sebagian petani juga terpaksa memanen lebih awal karena serangan hama. Selain itu, penyerapan gabah oleh Bulog belum optimal, dan terdapat dugaan pembelian di bawah HPP oleh pengepul lokal.

Kelebihan pasokan di wilayah tertentu turut memperburuk situasi. Akibatnya, gabah dengan kualitas rendah sulit terserap dengan harga yang layak.

Upaya Petani dan Pemerintah Daerah

Untuk menjaga mutu hasil panen, petani kini berupaya menurunkan kadar air hingga maksimal 25 persen dengan cara penjemuran optimal. Di beberapa lokasi, mereka juga memanfaatkan pengering mekanis dan penyimpanan tertutup agar gabah tetap kering.

Sementara itu, Babinsa memantau aktivitas jual beli di setiap gampong agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pengepul.

Dinas Pertanian memberikan bimbingan teknis terkait penanganan pascapanen, sementara Dinas Perdagangan melakukan pengawasan harga di pasar. Bulog pun meningkatkan serapan gabah untuk memperkuat cadangan beras nasional.

Pentingnya Kestabilan Harga Gabah

Kestabilan harga gabah sangat penting bagi petani dan ekonomi daerah. Dengan harga yang wajar, petani bisa menutupi biaya produksi, menjaga daya beli keluarga, serta ikut memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pihak yang terbukti membeli gabah di bawah HPP dapat dikenai sanksi administratif, denda, bahkan pidana sesuai Permendag No. 24 Tahun 2020 dan UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dengan pengawasan yang ketat dan kerja sama lintas sektor, petani Aceh Utara kini mulai merasa lega. Harga gabah kembali stabil, dan semangat menanam di musim berikutnya pun tumbuh kembali.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Aceh Utara Luncurkan Kanal Pembayaran PBB Melalui Mobile Banking Bank Aceh Syariah
Direktur Manajemen Risiko PT PLN Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir Aceh
Adam Nahkodai Ikatan Alumni UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Komunitas S3 Lhokseumawe Gelar Buka Puasa & Santunan Anak Yatim Tahap Ketiga dalam Ramadhan Camp AOC 1447 H
Muzakir Manaf Tunjuk Saipul Bahri sebagai Ketua KPA Wilayah Pase Pasca Meninggal Abubakar A. Latif (Abu Len)
Al-Qur’an Jadi Kompas, Aceh Utara Bangkit dari Ujian Alam
BPMA Gelar Sosialisasi Keselamatan Jalur Pipa kepada Jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe, Sekaligus Buka Puasa Bersama
Bupati Aceh Utara Gagas Terobosan Pengelolaan Sampah, Panton Labu Jadi Percontohan hingga Tunjukkan Hasil
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:05 WIB

Bapenda Aceh Utara Luncurkan Kanal Pembayaran PBB Melalui Mobile Banking Bank Aceh Syariah

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:42 WIB

Direktur Manajemen Risiko PT PLN Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir Aceh

Senin, 9 Maret 2026 - 23:32 WIB

Adam Nahkodai Ikatan Alumni UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:37 WIB

Komunitas S3 Lhokseumawe Gelar Buka Puasa & Santunan Anak Yatim Tahap Ketiga dalam Ramadhan Camp AOC 1447 H

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:36 WIB

Al-Qur’an Jadi Kompas, Aceh Utara Bangkit dari Ujian Alam

Berita Terbaru