Aceh Utara | Pelitanasional.com— Trauma dan ketakutan akibat banjir bandang masih membekas di benak anak-anak Desa Lhok Reudep, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Setiap hujan turun, ingatan akan derasnya arus yang merenggut rumah dan nyawa kembali menghantui mereka.
Merespons kondisi tersebut, Aceh Orphans Center for the Children (AOCC) bersama para relawan menggelar kegiatan trauma healing bertajuk Menyapa Anak Negeri pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Posko Trauma Healing Klaster 7 Desa Lhok Reudep ini diikuti sekitar 250 peserta, terdiri dari anak-anak dan para ibu.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pos Terpadu BNPB Korem 011/Lilawangsa, serta mitra kolaborasi dari Indonesian Gastronomy Association (IGA), komunitas Nongki NYC, dan para dermawan (hamba Allah) dari New York.
Wakaf Al-Qur’an hingga Trauma Healing Anak
Sebelum kegiatan utama dimulai, para relawan terlebih dahulu membagikan wakaf Al-Qur’an, buku Iqra, masker Merah Putih, serta makanan siap saji kepada anak-anak.
Pembagian ini bertujuan mendukung pembinaan keagamaan sekaligus memfasilitasi keberlanjutan pembelajaran Al-Qur’an di tengah kondisi pascabencana.
Selanjutnya, anak-anak mengikuti sesi trauma healing dengan pendekatan ramah anak. Melalui permainan, aktivitas “anak ceria”, serta interaksi penuh kasih, relawan berupaya membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang masih mengalami trauma akibat banjir bandang yang melanda gampong tersebut.
Untuk menambah semangat, AOCC juga memberikan reward kecil berupa boneka kepada anak-anak yang aktif mengikuti kegiatan. Tawa dan keceriaan perlahan terlihat, memecah kesunyian trauma yang sebelumnya membayangi.
Kesedihan Warga yang Belum Berakhir Sekretaris Desa (Sekdes) Lhok Reudep, Jalaluddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Posko Terpadu BNPB Korem 011/Lilawangsa serta AOCC dan seluruh pihak yang terlibat.
Namun di balik itu, ia juga mengungkapkan duka mendalam yang masih dirasakan warganya.
“Sebanyak 40 rumah hilang terbawa arus tanpa sisa, 16 warga meninggal dunia, dan hingga kini 1 orang masih belum ditemukan. Warga juga belum menempati hunian tetap (huntap),” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, AOCC turut menitipkan berbagai bantuan kebutuhan masyarakat, di antaranya sajadah, mukena, susu bayi, popok, sarung, kurma, pembalut wanita, serta topi untuk kaum laki-laki.
Menurut Jalaluddin, kehadiran AOCC dan para relawan membawa ketenangan, kebahagiaan, serta harapan baru bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak bencana.
Trauma Tak Kasat Mata
Pembina AOCC, PYM Sultan Malik Samudera Pasai Teuku Haji Badruddin Syah Zhilullah Fil ‘Alam, menegaskan bahwa bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka psikologis yang dalam, terutama bagi anak-anak.
“Banjir tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam. Trauma healing menjadi bagian penting dari proses pemulihan masyarakat pascabencana,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, AOCC bersama mitra kolaborasi berharap dapat terus memberikan pendampingan spiritual dan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Lhok Reudep, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.






