Tantang Dolar dan Barat, Putin: Sistem Keuangan Global Sudah Mati!

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL.COM | Moskow Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan pernyataan keras yang mengguncang panggung geopolitik dunia. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi BRICS, Putin menegaskan bahwa sistem keuangan global yang selama ini dikendalikan Barat telah “mati suri” dan tak lagi relevan.

“Sistem keuangan lama bukan hanya usang, tapi sudah tidak adil dan manipulatif,” tegas Putin. Ia menyebut dominasi dolar Amerika Serikat sebagai alat penindas ekonomi yang kini sedang digugat secara terbuka oleh negara-negara Selatan Global.

Pernyataan Putin bukan isapan jempol. Sejak sanksi besar-besaran dijatuhkan oleh AS dan Uni Eropa pasca-invasi ke Ukraina tahun 2022, Rusia justru makin getol menggandeng negara-negara BRICS — Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan — untuk menciptakan sistem keuangan tandingan.

BRICS Bergerak: Dedolarisasi, Transaksi Lintas Batas, dan Mata Uang Bersama

Tak hanya retorika, langkah konkret telah dimulai:

  • India dan China secara bertahap mengganti penggunaan dolar dalam transaksi internasional.
  • Transaksi antarnegara BRICS kini semakin banyak menggunakan mata uang lokal.
  • Wacana pembentukan mata uang bersama BRICS kian kuat, menjadi simbol perlawanan terhadap sistem keuangan global yang dianggap timpang.

Bahkan India dilaporkan mengekspor chip komputer bernilai ratusan juta dolar ke Rusia melalui jalur tidak resmi via Malaysia — langkah yang disebut-sebut sebagai “pembangkangan elegan” terhadap sanksi Barat.

Menuju Dunia Multipolar

Langkah BRICS ini dianggap banyak pengamat sebagai titik balik sejarah. Dunia yang selama ini bergantung pada sistem keuangan berbasis dolar tengah bergerak menuju struktur baru yang lebih multipolar — tempat negara-negara berkembang punya ruang lebih luas untuk menata kepentingannya sendiri.

Namun pertanyaan besarnya kini: Apakah dominasi dolar benar-benar akan runtuh? Ataukah ini awal dari perang dingin versi baru — perang antar sistem keuangan dunia. 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang
Wagub Aceh Serukan Persatuan TNI–Polri–GAM dalam Misi Kemanusiaan Pascainsiden Aceh Utara
Enam Hari Menuju Akhir Status Darurat, Tangis 600 Ribu Warga Aceh Utara Menunggu Negara Hadir
Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan Melalui Perjanjian Bilateral
Prabowo Subianto Disambut Hangat Presiden Korea di Pembukaan KTT APEC 2025
Gedung Syaitan” di China Bekerja 24 Jam Tanpa Henti
Penandatanganan Deklarasi Penerimaan Timor-Leste ke ASEAN di Kuala Lumpur 2025
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:45 WIB

Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:33 WIB

Wagub Aceh Serukan Persatuan TNI–Polri–GAM dalam Misi Kemanusiaan Pascainsiden Aceh Utara

Rabu, 24 Desember 2025 - 19:16 WIB

Enam Hari Menuju Akhir Status Darurat, Tangis 600 Ribu Warga Aceh Utara Menunggu Negara Hadir

Rabu, 12 November 2025 - 04:03 WIB

Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan Melalui Perjanjian Bilateral

Jumat, 31 Oktober 2025 - 17:43 WIB

Prabowo Subianto Disambut Hangat Presiden Korea di Pembukaan KTT APEC 2025

Berita Terbaru

Aceh

Camat Pirak Timu Lantik Geuchik Terpilih Dua Gampong

Jumat, 30 Jan 2026 - 19:44 WIB