Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara | Pelitanasional.com Gemericik air sungai yang biasanya menenangkan, bagi sebagian besar anak-anak di Desa Buket Padang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, sempat berubah menjadi sumber ketakutan. Banjir besar yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu tidak hanya menyisakan tumpukan lumpur dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga trauma psikologis yang membekas di ingatan warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Aceh Orphans Center (AOC) bergerak cepat dengan menggelar kegiatan Trauma Healing massal pada Minggu (18/1/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa pemulihan pasca-bencana tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga aspek kesehatan mental masyarakat yang sering kali terabaikan.

Membangun Kembali Harapan Lewat Permainan

Kegiatan yang berpusat di salah satu titik terbuka di Desa Buket Padang ini dipimpin langsung oleh Pimpinan AOC, Teuku Muhammad, yang akrab disapa Mister. Sejak pagi, tim relawan AOC telah menyiapkan berbagai sarana edukasi untuk memancing keceriaan anak-anak.

Metode yang digunakan adalah pendampingan psikososial berbasis hiburan edukatif. Anak-anak diajak untuk terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif, mulai dari menggambar bebas, bernyanyi lagu-lagu motivasi, hingga permainan ketangkasan yang dirancang untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka.

“Kami ingin mereka tahu bahwa mereka aman sekarang. Lewat gambar dan lagu, kita mencoba mengalihkan memori buruk mereka tentang banjir dengan pengalaman baru yang lebih menyenangkan,” ujar Mister di sela-sela kegiatan. Menurutnya, komunikasi interaktif sangat efektif untuk membuat anak-anak merasa didengarkan dan dilindungi.

Pesan dari Pembina AOC

Pentingnya penanganan trauma ini juga ditegaskan oleh Pembina AOC, PYM Sultan Malik Samudera Pasai Teuku Haji Badruddin Syah Zhilullah Fil ‘Alam. Beliau memandang bahwa ketahanan sebuah masyarakat pasca-bencana sangat bergantung pada kondisi mental generasinya.

“Bencana banjir adalah ujian fisik, namun dampaknya terhadap jiwa bisa bertahan jauh lebih lama jika tidak ditangani dengan benar. Banjir tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan trauma, terutama bagi anak-anak. Trauma healing ini menjadi bagian penting dari proses pemulihan menyeluruh,” tegas beliau dalam keterangannya.

Beliau menambahkan bahwa kehadiran AOC di tengah masyarakat adalah bentuk nyata dari solidaritas sosial yang harus terus dipupuk, terutama saat saudara sebangsa sedang mengalami musibah.

Edukasi untuk Orang Tua dan Keluarga

AOC menyadari bahwa proses pemulihan psikologis tidak bisa selesai dalam satu hari. Oleh karena itu, para relawan juga memberikan sesi edukasi ringan bagi para orang tua. Mereka diberikan pemahaman tentang bagaimana memberikan dukungan emosional yang kuat di dalam rumah.

Relawan memberikan tips praktis kepada orang tua agar tetap tenang dan memberikan perhatian lebih jika anak menunjukkan gejala cemas berlebihan saat hujan turun. Dukungan moral dari lingkungan keluarga dianggap sebagai fondasi utama agar anak-anak bisa segera bangkit dari masa sulit ini.

Harapan Masyarakat Desa Buket Padang

Kehadiran tim AOC disambut dengan antusiasme luar biasa. Gelak tawa anak-anak yang menggema di lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa harapan itu masih ada. Salah seorang warga menyatakan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan AOC. Mereka berharap pendampingan semacam ini bisa dilakukan secara berkala hingga kondisi mental warga benar-benar pulih sepenuhnya.

Di akhir kegiatan, AOC menegaskan komitmennya untuk tidak melepaskan tangan dari masyarakat terdampak. Selain bantuan kemanusiaan dalam bentuk fisik, AOC berjanji akan terus memantau perkembangan psikososial warga sebagai bagian dari pengabdian jangka panjang mereka di bumi Aceh.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Kodim 0103/Aceh Utara Launching Koperasi Desa Merah Putih, Camat Lapang hingga Anggota DPRK Hadir
Pengurus Daerah IPHI Aceh Utara Masa Bakti 2025-2030 Resmi Dikukuhkan Wakil Bupati Tarmizi
Gerak Cepat Geuchik Zulkifli, Gunakan Dana Desa untuk Normalisasi Saluran Irigasi Gampong Punti Pascabanjir
SIDANG PERKARA 275/Pdt.G/2026/MS.Idi TETAP BERLANJUT MESKI PENGGUGAT TIDAK HADIRI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:17 WIB

Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:04 WIB

Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:17 WIB

Kodim 0103/Aceh Utara Launching Koperasi Desa Merah Putih, Camat Lapang hingga Anggota DPRK Hadir

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:04 WIB

Pengurus Daerah IPHI Aceh Utara Masa Bakti 2025-2030 Resmi Dikukuhkan Wakil Bupati Tarmizi

Berita Terbaru

Pendidikan

Ziarah atau Pameran Ketika Kuburan Jadi Studio Foto

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:16 WIB