Mutasi Perdana Mirwan Disorot, GeMPA: Jangan Ada Pasar Malam Jabatan

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Gerakan Muda Peduli Aceh (GeMPA), Ariyanda Ramadhan.

i

Koordinator Gerakan Muda Peduli Aceh (GeMPA), Ariyanda Ramadhan.

PELITANASIONAL | TAPAKTUAN – Mutasi dan rotasi pejabat perdana yang dilakukan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menuai sorotan publik. Koordinator Gerakan Muda Peduli Aceh (GeMPA), Ariyanda Ramadhan, menyatakan dukungan terhadap langkah penyegaran birokrasi tersebut, namun juga mengingatkan adanya indikasi praktik jual beli jabatan yang harus segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum (APH).

“Mutasi dan rotasi perdana ini adalah langkah positif. Kami mendukung komitmen Bupati Mirwan dalam menempatkan pejabat yang profesional dan berintegritas,” ujar Ariyanda Ramadhan, Jumat (29/8/2025).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dukungan publik tidak boleh dimaknai sebagai euforia belaka. Menurut Ariyanda, masyarakat menunggu bukti nyata bahwa perombakan jabatan tersebut terbebas dari praktik transaksional atau titipan politik yang kerap mencederai meritokrasi.

“Bupati harus konsisten sebagai pemimpin. Jangan biarkan calo jabatan merajalela. Jika sudah mengetahui adanya pungli atau transaksi jabatan, maka tindakan tegas wajib diambil,” tegasnya.

Ia menambahkan, mutasi bukan hanya soal pergantian pejabat, melainkan ujian integritas bagi birokrasi Aceh Selatan. Jika penyegaran aparatur dilakukan tanpa tolak ukur yang jelas dan konsisten, hal itu berpotensi menodai reputasi kepemimpinan Bupati Mirwan.

Ariyanda mengingatkan, sejarah menunjukkan praktik jual beli jabatan selalu berdampak buruk pada tata kelola pemerintahan. Beberapa kasus di daerah lain, termasuk temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2023, memperlihatkan bahwa 70 persen kasus korupsi kepala daerah berakar dari praktik transaksional tersebut.

Karena itu, GeMPA menekankan pentingnya sinergi antara komitmen kepala daerah dengan pengawasan APH. Mutasi harus dijalankan bersih, transparan, dan jauh dari intervensi kepentingan politik maupun kepentingan pribadi.

“Publik tentu mendukung langkah penyegaran birokrasi, tapi juga menuntut transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat Aceh Selatan berhak memastikan mutasi ini bukan pasar malam jabatan, melainkan langkah nyata menuju birokrasi yang profesional dan produktif,” pungkas Ariyanda.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balai Wilayah Sungai Sumatera I Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan PKS Program P3-TGAI 2026
Siswi Penghafal Al-Qur’an Jadi Korban Kecelakaan Maut di Pidie
Bupati Aceh Utara Lepas Pawai Ta’aruf dan Bazar Muharram Gratis Peringati 1 Muharram 1448 H
Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera
HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:20 WIB

Balai Wilayah Sungai Sumatera I Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan PKS Program P3-TGAI 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:51 WIB

Siswi Penghafal Al-Qur’an Jadi Korban Kecelakaan Maut di Pidie

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:14 WIB

Bupati Aceh Utara Lepas Pawai Ta’aruf dan Bazar Muharram Gratis Peringati 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 14:25 WIB

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:43 WIB

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H

Berita Terbaru