Puskesmas Tanah Pasir Optimis Turunkan Stunting, Peran Orang Tua dan Lingkungan Kunci keberhasilan

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | ACEH UTARA – Di tengah tantangan kesehatan anak, UPTD Puskesmas Tanah Pasir membuktikan bahwa kerja sama, kepedulian orang tua, dan lingkungan sehat dapat membuat perbedaan besar. Dari 830 balita di wilayah kerjanya, hanya 22 anak yang mengalami stunting—atau sekitar 2,65 persen—jauh di bawah angka nasional sebesar 14 persen.

Kepala Puskesmas, dr. Jarita, menegaskan bahwa meski angka stunting relatif rendah, risiko tetap ada karena sebagian masyarakat masih mengandalkan air sungai dan kondisi lingkungan yang belum optimal. “Kami terus berkoordinasi dengan Muspika, Geuchik, dan kader posyandu agar upaya pencegahan stunting berjalan maksimal,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Peran Aktif Orang Tua Penting

dr. Jarita menekankan, kesuksesan pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab Puskesmas, tetapi juga peran aktif orang tua. Memperhatikan pola asuh, kesehatan gigi, gizi seimbang, serta memastikan anak mendapat imunisasi lengkap dan obat cacing rutin sangat menentukan pertumbuhan anak. Lingkungan bersih dengan jamban layak dan sekolah yang mendukung juga menjadi kunci keberhasilan.

“Anak yang sehat bukan hanya dari makanan yang cukup, tetapi juga dari lingkungan yang bersih dan perilaku hidup sehat. Orang tua memiliki peran sentral,” tambah dr. Jarita.

Program Inovatif dan Teladan untuk Masyarakat

Puskesmas Tanah Pasir meluncurkan program inovatif: tim dokter, perawat, dan petugas gizi rutin memantau kesehatan balita, memeriksa dapur, kualitas makanan, air minum, serta kebersihan rumah. Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dan menjaga kebersihan diri, dijalankan secara rutin.

“Upaya kami menyentuh gizi, lingkungan, dan perilaku anak. Dengan pendekatan menyeluruh ini, kami yakin target nasional penurunan stunting pada 2025 bisa tercapai,” tegas dr. Jarita.

Pelajaran bagi Semua

Kasus di Tanah Pasir menjadi motivasi bagi masyarakat Aceh Utara: kesehatan anak bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi tanggung jawab bersama. Kepedulian orang tua, lingkungan bersih, dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci mencetak generasi sehat dan cerdas. Dengan langkah kecil tapi konsisten, stunting bisa ditekan, dan masa depan anak-anak menjadi lebih cerah.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Danramil 02/Kuta Makmur Bersama Masyarakat Gelar Gotong Royong
2.500 Peserta Ramaikan Jalan Santai Peringatan HUT ke-81 RI di Syamtalira Aron
Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Khidmat di Halaman Kantor Bupati
Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Sultan Malik Samudera Pasai Serukan Adat Jadi Penjaga Perdamaian
Doa Bersama Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Jangan Lupakan Luka Masa Konflik
DPP Tunas Prabowo 08 Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kawal 8 Program Asta Cita
Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Kasus Penganiayaan Dek Pan, Minta Segera Ditahan
Pemkab Aceh Utara Salurkan Bantuan Tahap III Rp11,2 Miliar dari Kemensos untuk Korban Banjir Bandang
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Danramil 02/Kuta Makmur Bersama Masyarakat Gelar Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:04 WIB

2.500 Peserta Ramaikan Jalan Santai Peringatan HUT ke-81 RI di Syamtalira Aron

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Khidmat di Halaman Kantor Bupati

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Sultan Malik Samudera Pasai Serukan Adat Jadi Penjaga Perdamaian

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Doa Bersama Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Jangan Lupakan Luka Masa Konflik

Berita Terbaru