Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tunas Prabowo 08 menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan agenda pembangunan nasional, khususnya melalui pelaksanaan 8 Program Asta Cita.
Ketua Umum DPP Tunas Prabowo 08, Cut Nurlaila, menyampaikan bahwa dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan kelanjutan dari konsistensi perjuangan relawan yang sejak awal berjuang memenangkan pasangan tersebut pada Pilpres 2024. Ia menegaskan, perjuangan itu tidak berhenti setelah kemenangan, dan pihaknya akan terus mengawal agar program-program kerakyatan benar-benar dirasakan masyarakat, disampaikan dalam keterangan persnya, Kamis (13/8/2026), di Jakarta.
Menurutnya, Asta Cita harus menjadi pedoman besar pemerintahan dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, adil dan sejahtera. Karena itu, Tunas Prabowo 08 memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan strategis pemerintah, sekaligus mendorong agar implementasinya dilakukan secara profesional, transparan dan terukur.
Beberapa program yang mendapat dukungan Tunas Prabowo 08 antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, penguatan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, penguatan Danantara, penyederhanaan perusahaan BUMN untuk meningkatkan efisiensi anggaran, serta reformasi birokrasi.
Dukung MBG, Evaluasi dan Perbaikan Harus Bertahap
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Tunas Prabowo 08 tetap memberikan dukungan penuh karena program tersebut dinilai memiliki tujuan strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Namun, Cut Nurlaila menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan berarti pemerintah tidak boleh melakukan evaluasi. Ia menyatakan pihaknya mendukung moratorium sementara pada bagian pelaksanaan MBG yang membutuhkan evaluasi, terutama jika ditemukan persoalan tata kelola, distribusi, standar keamanan pangan, maupun pengawasan — dengan catatan evaluasi dilakukan bertahap dan profesional, bukan untuk menghentikan programnya.
Menurut Cut, pemerintah perlu menjadikan berbagai persoalan di lapangan sebagai bahan pembenahan agar MBG semakin efektif, aman, tepat sasaran, dan memiliki tata kelola yang profesional.
KDKMP dan Sekolah Rakyat Harus Diperkuat
DPP Tunas Prabowo 08 juga mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Sekjen DPP Tunas Prabowo 08, Faisal, ST, menyampaikan KDKMP harus dikembangkan dengan prinsip tata kelola modern, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, desa harus menjadi kekuatan ekonomi baru, dan koperasi tidak boleh sekadar menjadi lembaga administratif melainkan pusat kegiatan ekonomi yang membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai produksi dari desa.
Selain itu, Tunas Prabowo 08 mendukung Sekolah Rakyat dan revitalisasi sekolah sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemerataan akses serta kualitas pendidikan. Faisal menilai pembangunan manusia harus menjadi investasi jangka panjang, dengan infrastruktur pendidikan, kualitas tenaga pendidik, akses bagi masyarakat kurang mampu, dan kualitas pembelajaran yang berjalan beriringan.
Dukung Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Tanpa Tebang Pilih
Dalam bidang hukum, Tunas Prabowo 08 menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Bendahara Umum DPP Tunas Prabowo 08, Joel Sinaga, SH, menegaskan pemberantasan korupsi harus dilakukan secara konsisten, profesional dan tidak tebang pilih — siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum dan berdasarkan alat bukti, agar pemberantasan korupsi tidak sekadar menjadi slogan.
Ia menilai berbagai pengungkapan dan penanganan perkara korupsi oleh aparat penegak hukum menunjukkan agenda pemberantasan korupsi terus berjalan dan perlu diperkuat. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan korupsi bukan hanya dilihat dari banyaknya kasus yang terungkap, tetapi juga dari kemampuan negara membangun sistem pencegahan, memperbaiki tata kelola pemerintahan, memperkuat pengawasan, dan memastikan kerugian negara dapat dipulihkan.
Penguatan Danantara dan Efisiensi BUMN
Tunas Prabowo 08 juga memberikan dukungan terhadap penguatan Danantara sebagai bagian dari strategi pemerintah mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan meningkatkan kinerja perusahaan BUMN.
Joel mengatakan penguatan Danantara harus dibarengi tata kelola korporasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan nilai aset negara, sehingga menjadi instrumen strategis negara untuk meningkatkan produktivitas aset dan BUMN dengan prinsip good corporate governance sebagai fondasi utama.
Tunas Prabowo 08 juga mendukung kebijakan penyederhanaan dan konsolidasi perusahaan BUMN apabila langkah tersebut dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi tumpang tindih usaha, dan menghemat anggaran negara. Menurut Joel, perusahaan BUMN yang bisnisnya tumpang tindih, tidak efisien, atau memiliki terlalu banyak anak-cucu perusahaan perlu dievaluasi — bukan untuk melemahkan BUMN, melainkan memperkuatnya agar lebih sehat dan kompetitif.
Reformasi Birokrasi Harus Berorientasi Hasil
DPP Tunas Prabowo 08 juga mendukung agenda reformasi birokrasi pemerintahan Prabowo-Gibran. Faisal menilai birokrasi pemerintah harus semakin sederhana, cepat, digital, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, dengan hasil yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat berupa pengambilan keputusan yang lebih cepat, anggaran yang lebih hemat, dan pelayanan yang lebih mudah.
Tunas Prabowo 08 berpandangan efisiensi anggaran tidak boleh hanya dimaknai sebagai pengurangan belanja, melainkan harus diarahkan pada realokasi anggaran untuk program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
Relawan Akan Terus Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran
Cut Nurlaila kembali menegaskan bahwa posisi Tunas Prabowo 08 adalah relawan yang memberikan dukungan konstruktif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran — mendukung program pemerintah, namun juga mendorong evaluasi bila diperlukan dan mengawal serta menyosialisasikan kebijakan yang dinilai baik kepada masyarakat.
Ia menambahkan, Tunas Prabowo 08 tidak ingin perjuangan relawan berhenti setelah Pilpres 2024. Perjuangan politik tersebut harus dilanjutkan melalui pengawalan terhadap program pembangunan yang menjadi mandat rakyat, dengan tekad memastikan cita-cita besar Asta Cita diwujudkan bersama rakyat dan pemerintah.
Dengan dukungan terhadap MBG, KDKMP, Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, penguatan Danantara, efisiensi BUMN, dan reformasi birokrasi, DPP Tunas Prabowo 08 menegaskan bahwa konsistensi perjuangan relawan akan diarahkan untuk memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan agenda Asta Cita menuju Indonesia maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera.
(red)
Penulis: Gus Din






