Bank Sumbar Fokus UMKM, Bank Aceh Masih Andalkan Surat Berharga

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | BANDA ACEH – Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) menyoroti kinerja PT Bank Aceh Syariah (BAS) usai merilis hasil analisis laporan keuangan tahun 2024.Hasil kajian itu langsung menjadi perhatian publik, terutama setelah mencuat isu investasi triliunan rupiah dana Bank Aceh ke luar daerah.

Dalam kajiannya, IDeAS membandingkan kinerja BAS dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat atau Bank Nagari, yang dinilai setara dari sisi aset dan indikator ekonomi lain.

Perbandingan Kinerja 2024:

Total Aset: BAS Rp31,94 triliun, Bank Nagari Rp32,95 triliun.

Dana Pihak Ketiga: BAS Rp26,21 triliun, Bank Nagari Rp26,68 triliun.

Investasi Surat Berharga: BAS Rp7 triliun, Bank Nagari Rp4 triliun.

Total Pembiayaan Nasabah: BAS Rp20,40 triliun, Bank Nagari Rp25,04 triliun.

Pembiayaan UMKM: BAS Rp2,47 triliun (12%), Bank Nagari Rp6,49 triliun (26%).

Laba Bersih: BAS Rp443 miliar, Bank Nagari Rp538 miliar.

Dari data tersebut, Bank Nagari lebih unggul dalam pembiayaan UMKM dan profitabilitas. Sementara BAS lebih banyak menempatkan dananya di surat berharga.

“Bank Nagari yang fokus ke UMKM justru mencatat laba bersih lebih besar. BAS terlalu bermain aman dengan menaruh dana di pasar sekuritas,” kata Direktur IDeAS, Munzami Hs, dalam keterangan tertulis, Senin (22/9/2025).

Menurut IDeAS, kebijakan BAS menyalurkan hanya 12 persen pembiayaan ke UMKM belum sesuai dengan Qanun LKS Aceh No.11 Tahun 2018 dan aturan Bank Indonesia yang mewajibkan minimal 20 persen. Bahkan, OJK baru-baru ini menerbitkan POJK No.19 Tahun 2025 yang kembali menekankan kemudahan akses pembiayaan untuk UMKM.

“Bank Aceh dibentuk untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Aceh. Jadi tidak tepat jika lebih mengutamakan investasi di surat berharga ketimbang sektor riil produktif yang menyerap tenaga kerja,” tegas Munzami.

IDeAS juga menilai klarifikasi manajemen BAS soal investasi Rp7,05 triliun di surat berharga sebagai upaya menjaga likuiditas dan stabilitas fiskal serta moneter, tidak tepat. “Stabilitas fiskal itu ranah Kementerian Keuangan, sedangkan moneter ranah Bank Indonesia, bukan tugas bank daerah,” ujarnya.

Atas kondisi ini, IDeAS mendesak DPR Aceh memanggil manajemen BAS untuk memberi penjelasan publik. Selain itu, pemegang saham, termasuk Gubernur Aceh dan bupati/wali kota, diminta tidak hanya fokus pada pembagian dividen saat RUPS, tetapi juga melakukan evaluasi serius terhadap arah kebijakan BAS.

“Sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo, semua lembaga keuangan didorong untuk memperbesar pembiayaan sektor ritel dan UMKM. BAS harus menyesuaikan diri agar benar-benar menjadi lokomotif ekonomi rakyat Aceh,” tutup Munzami.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Danramil 02/Kuta Makmur Bersama Masyarakat Gelar Gotong Royong
2.500 Peserta Ramaikan Jalan Santai Peringatan HUT ke-81 RI di Syamtalira Aron
Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Khidmat di Halaman Kantor Bupati
Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Sultan Malik Samudera Pasai Serukan Adat Jadi Penjaga Perdamaian
Doa Bersama Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Jangan Lupakan Luka Masa Konflik
DPP Tunas Prabowo 08 Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kawal 8 Program Asta Cita
Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Kasus Penganiayaan Dek Pan, Minta Segera Ditahan
Pemkab Aceh Utara Salurkan Bantuan Tahap III Rp11,2 Miliar dari Kemensos untuk Korban Banjir Bandang
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Danramil 02/Kuta Makmur Bersama Masyarakat Gelar Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:04 WIB

2.500 Peserta Ramaikan Jalan Santai Peringatan HUT ke-81 RI di Syamtalira Aron

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Khidmat di Halaman Kantor Bupati

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Sultan Malik Samudera Pasai Serukan Adat Jadi Penjaga Perdamaian

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Doa Bersama Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Jangan Lupakan Luka Masa Konflik

Berita Terbaru