Tiga Hari Krisis Air, Warga Aceh Selatan Desak Bupati Copot Direktur PDAM Tirta Naga

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | TAPAKTUAN – Warga Gampong Padang dan Gampong Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, sejak tiga hari terakhir menghadapi krisis air bersih.

Pasokan dari PDAM Tirta Naga yang seharusnya mengalir ke rumah-rumah justru macet. Kalaupun mengalir, debitnya sangat kecil dan hanya bertahan sekitar dua jam per hari.

Aidil, salah seorang warga Gampong Padang, mengaku kondisi tersebut sangat menyulitkan. “Air ini kebutuhan pokok. Kalau pun keluar, sebentar sekali, tidak cukup untuk masak, mencuci, apalagi mandi. Rasanya seperti disiksa,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Kekecewaan serupa juga disampaikan Faisal, warga Lhok Bengkuang. Ia menilai manajemen PDAM Tirta Naga gagal memberikan pelayanan layak. “Air mati berhari-hari, sementara direkturnya sibuk tampil di media. Rakyat justru dianggap tidak penting,” tegasnya.

Situasi ini membuat kemarahan warga memuncak. Desakan kini dialamatkan langsung kepada Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS. Mereka menuntut agar Direktur PDAM Tirta Naga, Abdillah, segera dicopot dari jabatannya.

“Kalau PDAM tidak mampu, sebaiknya ganti dengan orang yang benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan sekadar pandai bicara,” tambah seorang warga.

Krisis air ini dinilai tidak hanya persoalan teknis, melainkan juga mencerminkan lemahnya tata kelola perusahaan daerah. Sebagai BUMD yang setiap tahun mendapat penyertaan modal dari pemerintah kabupaten, PDAM seharusnya mampu meningkatkan layanan melalui perbaikan pompa, jaringan, dan distribusi.

Namun yang terjadi justru sebaliknya: pelayanan memburuk, sementara masyarakat hanya mendapat laporan positif tanpa bukti nyata.

Hak masyarakat atas air bersih sejatinya merupakan hak dasar yang dijamin konstitusi. Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan sumber daya alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam konteks ini, kegagalan PDAM Tirta Naga mengalirkan air dinilai sebagai bentuk pengabaian hak warga.

Publik kini menunggu langkah tegas Bupati Mirwan MS. Apakah berpihak pada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, atau tetap melindungi direksi PDAM yang dinilai gagal menjalankan tugas pelayanan publik.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera
HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 14:25 WIB

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:43 WIB

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:45 WIB

GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Berita Terbaru