Banjir Rendam Matang Jurong, Gas Langka dan Kayu Bakar Sulit Didapat Warga

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA Banjir yang melanda Gampong Matang Jurong, Kecamatan Seunuddon, membuat warga menghadapi kesulitan berlapis.

Selain rumah yang terendam, warga kini dihadapkan pada kelangkaan gas LPG 3 kilogram dan sulitnya mendapatkan kayu bakar yang menjadi kebutuhan utama untuk memasak.

Harga gas LPG di wilayah tersebut melonjak hingga Rp22 ribu sampai Rp40 ribu per tabung.

Sementara itu, kayu bakar yang biasanya mudah didapat kini hilang dari peredaran karena banyak titik pengambilan terendam banjir.

Fatimah, salah seorang warga, mengaku kesulitan besar dalam memenuhi kebutuhan memasak. “Kami mau masak pakai kayu bakar pun tidak tahu harus cari ke mana.

Gas pun tidak ada, harus ke tempat lain. Kondisi banjir ini benar-benar membuat hidup semakin susah,” ujarnya kepada wartawan, Senin (24/11/2025).

Pedagang mie, Dewi, juga merasakan dampak langsung kelangkaan gas tersebut.

Ia mengatakan harga gas yang tinggi membuat biaya produksi meningkat.

“Gas untuk memasak mahal dan langka. Jualan jadi susah, pendapatan turun,” keluhnya.

Kelangkaan ini terjadi sejak banjir mulai merendam permukiman pada akhir pekan lalu.

Jalur distribusi terputus dan akses ke lokasi penjualan gas terdekat menjadi sulit dilalui warga.

Pemerintah daerah Kabupaten Aceh Utara terkait penyaluran bantuan gas, bila Ageng dan pangkalan menjual Gas di atas harga HET, Maka surat izin akab di cabut

Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah musibah yang melanda Matang Jurong.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Kodim 0103/Aceh Utara Launching Koperasi Desa Merah Putih, Camat Lapang hingga Anggota DPRK Hadir
Pengurus Daerah IPHI Aceh Utara Masa Bakti 2025-2030 Resmi Dikukuhkan Wakil Bupati Tarmizi
Gerak Cepat Geuchik Zulkifli, Gunakan Dana Desa untuk Normalisasi Saluran Irigasi Gampong Punti Pascabanjir
SIDANG PERKARA 275/Pdt.G/2026/MS.Idi TETAP BERLANJUT MESKI PENGGUGAT TIDAK HADIRI
Kebun Cot Girek di Ambang Kehancuran — Aset Negara Terancam, Ribuan Nyawa Bergantung
Wujudkan Syiar Sejuta Santri: SMK & SMP IT Samudera Pasai Mulia Kebanjiran Pendaftar
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:04 WIB

Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:10 WIB

Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:17 WIB

Kodim 0103/Aceh Utara Launching Koperasi Desa Merah Putih, Camat Lapang hingga Anggota DPRK Hadir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:23 WIB

Gerak Cepat Geuchik Zulkifli, Gunakan Dana Desa untuk Normalisasi Saluran Irigasi Gampong Punti Pascabanjir

Rabu, 13 Mei 2026 - 00:49 WIB

SIDANG PERKARA 275/Pdt.G/2026/MS.Idi TETAP BERLANJUT MESKI PENGGUGAT TIDAK HADIRI

Berita Terbaru

Pendidikan

Ziarah atau Pameran Ketika Kuburan Jadi Studio Foto

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:16 WIB