Yayasan Tunas 08 Jaya Abadi Dirikan Posko di Paya Berandang, Relawan Tunas Prabowo Turun Bantu Korban Banjir

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Di tengah bencana banjir besar yang masih merendam sebagian besar wilayah Aceh Utara, Yayasan Tunas Kosong Delapan Jaya Abadi yang berlokasi di Gampong Paya Berandang, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, bergerak cepat membuka posko bantuan darurat bagi warga terdampak. Posko tersebut didirikan di depan Dapur MBG Makan Gizi Gratis, yang selama ini menjadi pusat layanan makanan bergizi untuk masyarakat kurang mampu.

Sejak Rabu siang, pelayanan dapur MBG terpaksa ditutup sementara akibat banjir mendadak yang merendam akses menuju lokasi. Aktivitas harian tidak lagi memungkinkan dilakukan dalam kondisi air yang terus meningkat. Melihat situasi kritis tersebut, Ketua Yayasan Nurlaila bersama jajarannya segera mengalihkan fokus kegiatan dari layanan makanan harian menjadi operasi tanggap darurat banjir, baik untuk warga sekitar maupun pengendara yang terjebak di jalur nasional Medan–Banda Aceh.

“Daripada menunggu air surut, kami mengambil langkah cepat dengan membuka posko di luar. Yang penting masyarakat tetap mendapatkan bantuan,” ujar Nurlaila kepada Pelita Nasional, Sabtu (29/11/2025).

Arahan Pimpinan Terkait Operasional Dapur SPPG Selama Banjir

Di tengah operasi darurat tersebut, Yayasan menerima arahan resmi dari pimpinan mengenai mekanisme operasional Dapur SPPG:

“Dapur SPPG boleh beroperasi dengan catatan fokus pelayanan diarahkan kepada penerima manfaat banjir. Kepala SPPG diperbolehkan oleh Ka Badan dan Waka Badan untuk menjalankan solusi yang diajukan oleh Korwil, sepanjang didokumentasikan dengan baik.”

Arahan ini memiliki beberapa makna penting:

  • Dapur tetap boleh beroperasi, meski tidak dalam format layanan rutin.
  • Seluruh pelayanan diarahkan khusus untuk korban banjir, bukan untuk program normal.
  • Kepala SPPG diberikan kewenangan penuh untuk mengambil keputusan cepat di lapangan sesuai usulan Korwil.
  • Setiap aktivitas wajib terdokumentasi sebagai bukti pertanggungjawaban.

Selain itu, terdapat arahan tambahan bahwa operasional Dapur SPPG Banjir dapat dihentikan sementara sesuai instruksi Tawas, tanpa perlu penerbitan surat, sehingga bisa dibuka kembali kapan pun situasi memungkinkan.

Posko MBG Menjadi Titik Singgah Warga dan Pengendara

Dengan terputusnya sejumlah akses jalan akibat banjir besar, posko bantuan yang didirikan di depan Dapur MBG kini menjadi tempat singgah bagi warga yang rumahnya terendam serta pengendara yang terjebak di badan jalan. Banyak dari mereka tidak membawa bekal karena perjalanan yang tertahan hingga berjam-jam.

Di posko ini, Yayasan menyediakan makanan siap saji, air minum, selimut, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. “Banyak warga datang dalam keadaan lelah dan tanpa bekal. Kami bantu sebisanya,” ujar Nurlaila.

 

Ketua Yayasan Tunas kosong delapan serahkan bantuan makan siap saji untuk korban banjir

Relawan Tunas Prabowo Kosong Delapan Turut Terlibat Aktif

Aksi kemanusiaan ini juga mendapat dukungan penuh dari relawan Tunas Prabowo Kosong Delapan yang turun langsung ke lokasi banjir. Relawan membantu membagikan makanan, mengevakuasi warga lansia dan anak-anak, serta mengantarkan bantuan ke sejumlah gampong yang masih terisolasi.

“Kami bergerak karena kemanusiaan. Ini musibah besar, dan kita harus saling bantu,” kata salah satu relawan.

Solidaritas Masyarakat Jadi Kekuatan di Tengah Bencana

Banjir besar yang melanda Aceh Utara tahun ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Banyak titik masih sulit dijangkau oleh pemerintah akibat tingginya debit air dan akses yang terputus. Di tengah keterbatasan itu, inisiatif Yayasan Tunas Kosong Delapan Jaya Abadi menjadi salah satu bentuk respons cepat yang sangat dibutuhkan.

“Dalam kondisi seperti ini, gotong royong dan kepedulian sosial adalah kekuatan terbesar kita,” tegas Nurlaila.

Hingga Sabtu malam, posko MBG masih beroperasi penuh dari Gampong Paya Berandang, Tanah Luas, dan akan terus dibuka selama banjir belum surut dan jalur utama belum kembali normal. Posko ini menjadi bukti nyata solidaritas dan empati masyarakat Aceh Utara di tengah bencana.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Besar Lumpuhkan Aceh Utara: 46.830 Jiwa Terendam, Ribuan Warga Terisolasi
Banjir Lumpuhkan Total Aktivitas Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara
Banjir Tinggi Lumpuhkan Akses Jalan Medan–Banda Aceh di Syamtalira Aron, Warga Terjebak Hingga Dua Hari
Banjir Masih Rendam 57 Gampong di Tanah Luas, Warga Belum Terima Bantuan Sembako
Ratusan KK di Gampong Rawa Terendam Banjir, Akses Lumpuh Total dan Warga Butuh Bantuan Mendesak
Banjir Lumpuhkan Aceh Utara: 19 Kecamatan Terendam, 44 Ribu Warga Mengungsi, Jaringan Internet Padam
Presiden Prabowo Kirim Bantuan Besar untuk Aceh dan Sumatera: 10.000 Ton Beras dan 2.000 Ton Minyak Goreng untuk Korban Banjir di Aceh
Pemkab Aceh Utara Buka Posko Utama di Pendopo Bupati, Koordinasi Penanganan Banjir Dipusatkan di Sana
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 14:15 WIB

Yayasan Tunas 08 Jaya Abadi Dirikan Posko di Paya Berandang, Relawan Tunas Prabowo Turun Bantu Korban Banjir

Jumat, 28 November 2025 - 19:13 WIB

Banjir Besar Lumpuhkan Aceh Utara: 46.830 Jiwa Terendam, Ribuan Warga Terisolasi

Jumat, 28 November 2025 - 18:23 WIB

Banjir Lumpuhkan Total Aktivitas Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara

Jumat, 28 November 2025 - 18:16 WIB

Banjir Tinggi Lumpuhkan Akses Jalan Medan–Banda Aceh di Syamtalira Aron, Warga Terjebak Hingga Dua Hari

Jumat, 28 November 2025 - 18:03 WIB

Banjir Masih Rendam 57 Gampong di Tanah Luas, Warga Belum Terima Bantuan Sembako

Berita Terbaru