Aceh Utara — Hingga Minggu, 30 November 2025, banjir besar masih merendam 18 desa di Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara. Ketinggian air di sejumlah titik, khususnya di Gampong Ketapang, telah mencapai atap rumah warga, memaksa ribuan penduduk mengungsi ke berbagai posko darurat yang tersebar di kecamatan tersebut.
Menurut Kharul, warga Gampong Ketapang, banjir yang tak kunjung surut membuat banyak lansia, perempuan, dan anak-anak harus bertahan tanpa makanan memadai. “Air di rumah kami sudah sampai atap. Bantuan belum ada, kami kekurangan makan dan obat-obatan. Warga sudah tiga hari bertahan hanya dengan indomie,” ujarnya.
Daftar Posko Pengungsian yang Sudah Aktif:
- SMA Negeri 1 Tanah Pasir
- Menasah Ketapang
- Gedung Serbaguna Gampong Ketapang
- Masjid Cut Nyak Asiah
- Simpang Peut Tanah Pasir
- Gampong Kumbang di ruko milik BUMG Kumbang Jaya
- Keude Jrat Mayang di Menasah
- Jembatan Tupin Gapueh
- Posko Mesjid Tupin Gapueh
- Menasah Cibrek di Jembatan Lapang
Kharul menyebutkan bahwa posko-posko lain belum ada kabar, dan sebagian wilayah masih terisolasi karena air yang tinggi serta akses jalan yang terputus.
Sementara itu, para pengungsi di posko mengaku belum mendapatkan distribusi bantuan resmi. Mayoritas bantuan yang datang hari ini berasal dari swadaya masyarakat, sementara kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, dan evakuasi lanjutan belum terpenuhi.
Hingga siang hari, belum terlihat adanya posko terpadu atau koordinasi logistik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Warga berharap penanganan lebih cepat dilakukan mengingat kondisi fisik para lansia dan anak-anak semakin melemah.






