Nenek Renta Bertahan di Tenda Pengungsian Mandiri Pasca Banjir

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara Hampir sebulan pasca banjir besar yang melanda Aceh sejak 26 November 2025, penderitaan warga di beberapa gampong masih terasa nyata.

Di Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, seorang nenek lanjut usia masih bertahan hidup di tenda pengungsian mandiri yang ia dirikan seadanya.

Tubuhnya yang renta tampak lemah di bawah terpal tipis. Siang hari, panas matahari menembus terpal, membuat tubuhnya kepanasan.

Saat malam tiba, dingin yang menusuk tulang membuatnya menggigil tanpa selimut yang cukup. Untuk mandi, beristirahat, dan sekadar menggerakkan tubuh, nenek tersebut harus berjuang sendiri.

Tatapan matanya kosong, namun menyimpan kesedihan panjang akibat musibah yang belum sepenuhnya berakhir.

Pada Minggu, 21 Desember 2025, Kapolsek Paya Bakong, Ipda Irvan, S.H., mendatangi tenda pengungsian tersebut membawa bantuan kemanusiaan.

Ia menyapa sang nenek dengan lembut dan menyerahkan bantuan secara langsung. Saat bantuan diterima, air mata sang nenek pecah.

Tangisnya menjadi simbol penderitaan warga lanjut usia yang bertahan hidup di tengah keterbatasan dan kesepian.

Kisah sang nenek menjadi pengingat bahwa bencana tidak berhenti setelah air surut. Di tenda-tenda pengungsian mandiri, masih ada manusia renta yang menghadapi panas, hujan, dan dingin seorang diri, menunggu perhatian nyata dari pemerintah dan masyarakat.

Kehadiran negara dan kepedulian kemanusiaan tidak boleh hanya sesaat, tetapi harus berkelanjutan hingga warga bisa kembali merasakan aman dan hangat di rumah mereka sendiri.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Berita Terbaru