Banjir Rendam Jalan di Langkahan, Aceh Utara, Videonya Viral di Media Sosial

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelitanasional.com, Aceh Utara — Sebuah video yang diunggah oleh akun media sosial “Afandi Kreator Aceh” memperlihatkan kondisi jalan di kawasan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang tergenang banjir. Video tersebut menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Senin, 29 Juni 2026.

Dalam rekaman, tampak ruas jalan beraspal yang sepenuhnya tertutup air berwarna kecokelatan, membentang di antara deretan pohon kelapa di kedua sisi jalan. Satu unit sepeda motor terlihat melintasi genangan tersebut dengan lampu menyala, menandakan kondisi cahaya yang masih remang saat video diambil. Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapat respons luas dari warganet, dengan ribuan tanda suka serta puluhan komentar dan bagikan ulang.

Belakangan, kondisi yang terekam dalam video tersebut sejalan dengan laporan yang dirilis media lokal Barsela24news.com pada hari yang sama. Berdasarkan laporan itu, banjir di Langkahan turut menyebabkan badan jalan yang berfungsi sebagai tanggul pengaman saluran primer Daerah Irigasi Jambo Aye–Langkahan mengalami penurunan elevasi. Sejumlah titik di ruas BJA IV hingga BJA V, khususnya di Desa Simpang Tiga dan Desa Pante Gaki Balee, dilaporkan menjadi lokasi paling rawan mengalami luapan air ke badan jalan.

Penyebab Meluapnya Air Irigasi

Beberapa faktor memicu air irigasi meluap hingga menggenangi badan jalan. Pertama, debit air saluran irigasi sengaja ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan musim tanam, sehingga volume air yang mengalir lebih besar dari kondisi normal. Kedua, badan jalan yang berfungsi sebagai tanggul pengaman telah mengalami penurunan elevasi akibat tergerus banjir besar sebelumnya, bahkan sebagian lapisan aspal dilaporkan ikut hanyut. Ketiga, sedimentasi tebal menumpuk di dasar saluran pascabanjir, mengurangi kapasitas tampung sehingga air lebih mudah melimpas. Keempat, banyak pintu air yang rusak sehingga menyulitkan pengaturan debit, terutama saat curah hujan tinggi.

Risiko yang Mengancam Jika Dibiarkan

Para pemangku kepentingan menilai kondisi ini bukan sekadar gangguan sementara, melainkan ancaman serius yang dapat berkembang menjadi bencana lanjutan apabila tidak segera ditangani.

Risiko paling serius adalah ambrolnya badan jalan sekaligus tanggul pengaman secara total di titik-titik kritis BJA IV–BJA V. Jika ini terjadi, saluran irigasi primer Jambo Aye berpotensi jebol besar-besaran, memicu banjir susulan yang lebih parah dan tidak terkendali ke permukiman warga di Desa Simpang Tiga, Pante Gaki Balee, dan desa-desa sekitarnya yang sebelumnya sudah pernah hancur diterjang banjir bandang akhir 2025.

Apabila tanggul benar-benar putus, distribusi air ke ribuan hektare sawah di tujuh kecamatan — Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Pante Bidari, Madat, dan Simpang Ulim — bisa terhenti total. Skenario terburuknya, areal pertanian yang sedang memasuki musim tanam terancam gagal panen massal, yang pada gilirannya dapat memicu krisis pangan lokal dan kerugian ekonomi besar bagi ribuan keluarga petani yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada hasil sawah.

Sedimentasi yang terus dibiarkan menumpuk juga berisiko mempercepat pendangkalan saluran secara permanen, sehingga ke depan kapasitas irigasi tidak akan pernah kembali normal tanpa normalisasi besar-besaran berbiaya tinggi. Sementara itu, pintu air yang rusak dan tidak segera diperbaiki memperbesar kemungkinan banjir tak terkendali setiap kali curah hujan meningkat, menjadikan wilayah ini rawan bencana berulang setiap musim hujan.

Jika eskalasi ini terus berlanjut tanpa penanganan cepat, ancaman terburuk adalah terputusnya akses jalan utama secara permanen di kawasan tersebut, terisolasinya beberapa desa, serta munculnya potensi korban jiwa maupun kerugian materi besar apabila tanggul jebol mendadak saat warga maupun pengendara sedang melintas — seperti yang terlihat dalam video viral warga di mana sepeda motor masih nekat melintasi jalan yang sudah tergenang.

Langkah Penanganan Darurat yang Diusulkan

Untuk mencegah risiko tersebut menjadi kenyataan, sejumlah langkah darurat mendesak diusulkan:

Pertama, penimbunan dan penguatan badan jalan yang elevasinya menurun harus segera dilanjutkan di seluruh titik rawan, tidak hanya tambal sulam di lokasi yang sudah terlihat rusak.

Kedua, normalisasi saluran irigasi perlu dilakukan menyeluruh dengan menutup pintu air selama proses pengerjaan, agar sedimentasi yang diangkat tidak kembali mengendap.

Ketiga, perbaikan pintu-pintu air yang rusak harus menjadi prioritas utama agar debit air bisa dikendalikan optimal, terutama saat hujan deras.

Keempat, Balai Wilayah Sungai Sumatera I didesak segera turun langsung menangani titik-titik kritis, tanpa menunggu tanggul benar-benar jebol.

Kelima, perlu dilakukan inspeksi teknis menyeluruh terhadap seluruh jaringan Irigasi Jambo Aye–Langkahan sebagai dasar rehabilitasi jangka panjang yang terintegrasi.

Keenam, sebagai langkah darurat jangka pendek, warga dan pengendara diimbau untuk sementara menghindari melintasi ruas jalan yang tergenang, mengingat ketidakpastian kondisi badan jalan di bawah permukaan air yang dapat sewaktu-waktu ambrol.

Tanpa langkah cepat dan terintegrasi, ancaman kerusakan yang lebih parah mulai dari jebolnya tanggul, gagal panen massal, hingga isolasi wilayah  dinilai bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan risiko nyata yang mengintai Aceh Utara pada musim hujan mendatang.(Mul)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Sudah Kirim, Duit Masih Ngumpet
Musyawarah Persiapan Pengajian Bulanan Digelar di Kediaman Waled Lapang
Satu Remaja Meninggal, Satu Lagi Masih Hilang di Air Terjun Tujuh Bidadari Aceh Utara
POSYANDU GAMPONG MATANG MANE SALURKAN PMT UNTUK BUMIL DAN BALITA
Geuchik Ahmadi Dukung Pelaksanaan Posyandu Balita, Ibu Menyusui, dan Lansia di Dusun Citra Murni
Konsolidasi Wartawan Online Aceh: Azhari Rais Pimpin Mubes III PWO di Idi Rayeuk
Janda Dua Anak di Idi Cut Tinggal di Rumah Memprihatinkan, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah
Surat Sakti yang Tak Pernah Sakti: Ketika “Pemutusan Kontrak PT Wajar Corpora” Hanya Jadi Bahan Obrolan Warung Kopi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:25 WIB

Banjir Rendam Jalan di Langkahan, Aceh Utara, Videonya Viral di Media Sosial

Selasa, 30 Juni 2026 - 04:00 WIB

Data Sudah Kirim, Duit Masih Ngumpet

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:19 WIB

Musyawarah Persiapan Pengajian Bulanan Digelar di Kediaman Waled Lapang

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:46 WIB

Satu Remaja Meninggal, Satu Lagi Masih Hilang di Air Terjun Tujuh Bidadari Aceh Utara

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:48 WIB

POSYANDU GAMPONG MATANG MANE SALURKAN PMT UNTUK BUMIL DAN BALITA

Berita Terbaru

Aceh

Data Sudah Kirim, Duit Masih Ngumpet

Selasa, 30 Jun 2026 - 04:00 WIB