Exsodus Pemkab Aceh Utara Ke Luar Daerah Mempengaruhi Tanggap Darurat Bencana

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara beserta jajarannya exsodus ke luar daerah pasca banjir dahsyat 26 November 2025 bulan lalu hingga kini belum kembali berkantor di daerahnya.

Kebijakan bupati setempat, Ismail A jalil yang akrab disapa Ayahwa exsodus berkantor di wilayah Pemerintah Kota Lhokseumawe membuat ratusan ribu rakyat di bumi pase merasa kecewa. Seharus beliau selalu bersama rakyatnya guna memerintahkan kabinetnya untuk mengatasi berbagai keluhan yang di alami oleh sejumlah pengungsi korban bencana alam.

Apalagi Aceh Utara termasuk daerah terparah banjir bandang yang ikut menyapu ribuan rumah penduduk dan ratusan jiwa nyawa hilang ditelan banjir dahsyat, belum lagi harta benda lainnya. Bahkan sebagian besar penduduk dalam wilayah Aceh Utara tidak lagi memiliki harta dan benda apapun.

Jesteru itu, wajar ratusan ribu rakyatnya merasa berat kecewa ketika Bupati beserta kabinetnya exsodus berkantor di daerah Pemko Lhokseumawe pasca bencana alam bulan lalu sehingga akan mempengaruhi proses tanggap darurat percepatan pembangunan pasca bencana alam di daerahnya.

Tak hanya itu, berbagai informasi kepentingan publik pun sangat tertutup selama Pemkab Aceh Utara exsodus ke luar daerah sehingga para kuli tinta yang bertugas di Aceh Utara mengeluh dalam memperoleh informasi kepentingan publik dari pejabat setempat, seperti bantuan untuk korban banjir, sarana pendidikan yang rusak serta sarana umum lainnya.

Para wartawan saat melalukan konfirmasi via Whatsapp pada dinas terkait tentang bantuan barang untuk pengungsi korban bajir selalu enggan memberi informasi yang dibutuhkan insan pers. Begitu juga saat dikonfirmasi tentang kepentingan dunia pendidikan juga dinas terkait selalu mengabaikan pengajuan informasi dari wartawan.

Kebijakan Bupati dinilai tidak sesuai komitmen pada saat kompanye politik tahun lalu, beliau jika terpilih lebih mengutamakan kepentingan rakyat dari pada pribadi. Ternyata hari ini beliau tega meninggalkan rakyat disaat kondisi kian memperhatinkan akibat menimpa bencana dahsyat.

Hendaknya Ayahwa perlu bercontoh pada bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Falraky, beliau selalu mendekati rakyatnya kesejumlah titik pengungsian korban bencana mulai dari kawasan pesisir hingga ke penggunungan. Ini amat beda dengan bupati Aceh Utara malahan ikut exsodus.

Kesannya, dari sejumlah bupati di bumi aceh hanya bupati aceh utara yang beda mengambil keputusan. Sedangkan bupati lainya tetap selalu bersama rakyat ikut senasib seperti yang dialami oleh rakyatnya akibat dampak bencana alam bulan lalu.

Laporan : M. Daud

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Berita Terbaru