Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara | Pelitanasional.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi kembali menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama 15 hari, terhitung mulai 9 Januari 2026, menyusul kembali meluapnya sejumlah sungai dan meluasnya genangan banjir di berbagai kecamatan.

Penetapan status tersebut diputuskan setelah banjir kembali meningkat akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan ribuan warga terdampak, permukiman terendam, serta aktivitas sosial dan ekonomi lumpuh.

Sekretaris Daerah Aceh Utara, mewakili Bupati, menyampaikan bahwa keputusan status tanggap darurat diambil berdasarkan laporan BPBD Aceh Utara, aparat kecamatan, serta hasil monitoring lapangan yang menunjukkan kondisi darurat belum sepenuhnya pulih.

“Melihat perkembangan situasi di lapangan, banjir kembali meluas dan mengancam keselamatan warga. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali memberlakukan status tanggap darurat selama 15 hari ke depan,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Sejumlah kecamatan yang kembali terdampak di antaranya Langkahan, Tanah Jambo Aye, Baktiya, Baktiya Barat, Lhoksukon, Seunuddon, dan Dewantara. Ketinggian air di beberapa gampong dilaporkan mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa, memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dengan diberlakukannya status tanggap darurat, Pemkab Aceh Utara memprioritaskan penyelamatan warga, penyaluran logistik darurat, layanan kesehatan, serta percepatan penanganan infrastruktur vital yang terdampak banjir. Pemerintah daerah juga kembali membuka posko-posko pengungsian dan dapur umum di sejumlah titik rawan.

BPBD Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai dan daerah rendah. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas serta segera melaporkan kondisi darurat di wilayah masing-masing.

Sementara itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk dengan BNPB, TNI, Polri, serta relawan kebencanaan guna memastikan penanganan banjir berjalan maksimal selama masa tanggap darurat diberlakukan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jamaluddin Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara, DPR RI Tekankan Tanggung Jawab Negara
Gampong Kreung Lingka Miliki Geuchik Baru, T. Reza Ichwan Lantik Efendi Nurdin
Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang
Pemerintah Aceh Umumkan 10 Nama Lulus Seleksi Administrasi JPT Pratama 
Pemkab Aceh Utara Buka Pelaporan Kerugian Bencana hingga 17 Januari 2026
Kementan Salurkan Bantuan 200 Mobil untuk Korban Banjir Aceh Utara dan Sumatra Fokus pada Pemulihan Pertanian dan Pendidikan
Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu
Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 20:27 WIB

Jamaluddin Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara, DPR RI Tekankan Tanggung Jawab Negara

Senin, 19 Januari 2026 - 17:12 WIB

Gampong Kreung Lingka Miliki Geuchik Baru, T. Reza Ichwan Lantik Efendi Nurdin

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:45 WIB

Menghapus Luka Pasca-Bencana, Misi Kemanusiaan AOC Pulihkan Psikologis Anak-Anak Buket Padang

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:54 WIB

Pemerintah Aceh Umumkan 10 Nama Lulus Seleksi Administrasi JPT Pratama 

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:22 WIB

Pemkab Aceh Utara Buka Pelaporan Kerugian Bencana hingga 17 Januari 2026

Berita Terbaru