Aceh Utara | Pelitanasional.com– Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah cepat dalam upaya pemulihan pasca-banjir di Aceh dengan melepas konvoi 200 unit mobil pembawa bantuan. Pelepasan bantuan yang dipusatkan di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (15/1) ini, bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi petani dan memberikan dukungan moral bagi masyarakat terdampak.
“Bantuan ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan petani tidak kehilangan masa tanam dan anak-anak korban banjir tetap dapat melanjutkan sekolah mereka,” tegas perwakilan Kementan dalam sambutannya.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berfokus pada kebutuhan logistik mendesak, tetapi juga pada rehabilitasi jangka panjang sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi banyak warga. Program utama yang dijalankan meliputi rehabilitasi sawah dan perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat rendaman air banjir, agar produksi pertanian dapat segera kembali normal.
Secara rinci, bantuan yang disalurkan mencakup:
1. Sektor Pertanian: Bibit padi unggul, pupuk, dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) untuk petani yang lahannya terdampak.
2. Kebutuhan Pokok: Paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan harian warga.
3. Kepedulian Sosial: Bantuan langsung untuk korban, termasuk pemberian beasiswa bagi anak yatim piatu terdampak bencana guna memastikan keberlangsungan pendidikan mereka.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Gampong Pinto Makmur, salah satu wilayah di Kecamatan Muara Batu yang dinilai memerlukan perhatian intensif pasca-bencana banjir kali ini. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan harapan dan mempercepat pemulihan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Aceh Utara yang terdampak.






