Aceh Utara | Pelitanasional.com – Proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hampir rampung. Total 215 unit rumah yang tersebar di dua desa kini siap untuk segera dihuni oleh keluarga penerima manfaat.
Site Operational Manager pembangunan huntara menjelaskan, pembangunan di Desa Tanjung Dalam menjadi lokasi terbesar dengan jumlah 180 unit. Dari total tersebut, progres pekerjaan telah mencapai 99 persen.
“Untuk Desa Tanjung Dalam, dari rencana 180 unit, saat ini progres sudah 99 persen. Seluruh pekerjaan utama telah selesai, tinggal perbaikan kecil seperti finishing dan pembenahan ringan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/1/2026).
Sementara itu, pembangunan huntara di Kecamatan Langkahan juga mencakup dua lokasi lainnya, yakni 36 unit di Desa Simpang 3, sementara sisanya berada di Desa Tanjung Dalam. Secara keseluruhan, total unit huntara yang dibangun mencapai 215 unit.
Menurutnya, proses perapihan dan penyelarasan akhir ditargetkan selesai dalam pekan ini. Selanjutnya, pada pekan depan, seluruh unit huntara direncanakan sudah dapat diserahkan dan ditempati oleh warga terdampak banjir.
“Minggu ini kita selesaikan penyelarasan akhir. InsyaAllah, minggu depan seluruh unit siap diserahkan kepada keluarga penerima manfaat,” jelasnya.
Setiap unit rumah akan dihuni oleh satu kepala keluarga. Proses penyelesaian tahap akhir diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga benar-benar siap ditempati.
Terkait pendanaan, pihak pelaksana memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tanpa kendala. “Alhamdulillah, untuk pendanaan tidak ada masalah,” katanya.
Selain unit rumah, pihak pelaksana juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas umum yang tersedia di kawasan huntara meliputi musala, dapur umum, toilet, serta taman bermain untuk anak-anak.
“Sementara untuk fasilitas di dalam rumah, kami lengkapi dengan tempat tidur, lemari, bantal, serta perlengkapan dasar lainnya. Listrik sudah tersedia di setiap unit,” ujarnya.
Untuk kebutuhan air bersih, pihak pelaksana telah membangun dua titik sumur bor yang memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh penghuni huntara. “Airnya lancar dan bersih,” tambahnya.
Dengan fasilitas yang telah disiapkan tersebut, warga penerima huntara nantinya dapat langsung menempati rumah tanpa perlu melakukan pengadaan tambahan.
Menutup keterangannya, pihak pelaksana berharap hunian sementara ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga terdampak banjir dan membantu proses pemulihan kehidupan masyarakat.
“Mudah-mudahan hunian yang kita bangun ini bisa memberikan manfaat dan membantu warga yang terdampak bencana,” pungkasnya.






