PIDIE JAYA |PELITANASIONAL – Para petani semangka di Gampong Tanjong Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, mengaku menghadapi kesulitan menjual hasil panen mereka. Di tengah musim panen yang telah tiba, pembeli disebut masih sangat minim sehingga membuat para petani khawatir mengalami kerugian.
Salah seorang petani mengatakan semangka yang ditanam kini sudah siap dipanen. Namun hingga saat ini, belum banyak pedagang maupun pengepul yang datang untuk membeli hasil tanam mereka.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat para petani semakin resah karena buah semangka memiliki masa simpan yang terbatas setelah matang.
“Sudah murah harganya, yang beli pun tidak ada,” ujar salah seorang petani saat menyampaikan keluhannya.
Para petani berharap ada perhatian dari berbagai pihak untuk membantu pemasaran hasil panen mereka. Mereka juga berharap para pedagang dan pengepul dapat datang langsung ke lokasi agar hasil panen yang telah dirawat selama berbulan-bulan tidak terbuang sia-sia.
Bagi petani, keberhasilan bukan hanya saat semangka tumbuh subur dan siap dipanen, tetapi juga ketika hasil panen tersebut dapat terjual dengan harga yang layak sehingga mampu menutupi biaya produksi dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Saat ini, para petani masih berharap adanya peningkatan permintaan dalam beberapa hari ke depan agar hasil panen semangka di Tanjong Ulim dapat terserap pasar dengan baik.[Jun]






