PIDIE | PELITANASIONAL – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di kawasan Caleu, Kabupaten Pidie, Aceh. Salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah Cut Raisya Naisyira (16), seorang siswi penghafal Al-Qur’an yang dikenal berakhlak baik dan berprestasi.
Raisya merupakan siswi kelas VIII SMPIT Ibnu Mas UD Sigli dan warga Gampong Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.
Guru SMPIT Ibnu Mas UD Sigli, Cut Putri Ramadhani, S.Pd., mengatakan almarhumah dikenal sebagai pribadi yang santun, lembut, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
“Raisya adalah anak penghafal Al-Qur’an yang memiliki akhlak mulia. Ia dikenal suka berbagi, berperilaku baik, dan disenangi oleh guru maupun teman-temannya,” ujar Cut Putri Ramadhani.
Kepergian Raisya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SMPIT Ibnu Mas UD Sigli. Di lingkungan sekolah, ia dikenal sebagai sosok yang rajin, santun, dan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Sebelumnya, Raisya menjadi salah satu dari empat korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan satu unit bus JRG dan dua sepeda motor di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Gampong Dayah Caleu, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Minggu (14/6/2026) malam.
Selain Raisya, tiga korban lainnya yang meninggal dunia masing-masing bernama Zurratur Wirza (16), Nadia (33), dan Rostina (56).
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kepergian Cut Raisya Naisyira menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat yang mengenalnya. Sosoknya dikenang sebagai generasi muda yang memiliki karakter baik, semangat belajar tinggi, serta dedikasi dalam menghafal Al-Qur’an.[Jun]






