ACEH TIMUR |PELITANASIONAL – Marlina, seorang janda yang tinggal bersama dua anaknya di Dusun Lhok Jaloh, Gampong Buket Rumia, Kecamatan Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan hidup dalam kondisi serba terbatas di sebuah rumah yang dinilai tidak layak huni.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Zubir Almas dari Grup Aceh Bersatu (GAB), rumah yang ditempati Marlina mengalami sejumlah kerusakan pada beberapa bagian bangunan sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan penghuninya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pendataan dan perhatian pemerintah gampong, kecamatan, maupun instansi terkait terhadap warga yang masuk kategori rentan secara ekonomi. Hingga saat ini belum diketahui apakah Marlina telah terdaftar sebagai penerima bantuan rumah layak huni atau program sosial lainnya.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Marlina tetap berupaya memenuhi kebutuhan hidup dan membesarkan kedua anaknya. Ia berharap ada perhatian nyata dari pemerintah maupun pihak lain yang memiliki kemampuan untuk membantu agar keluarganya dapat menempati rumah yang lebih aman dan layak.
Zubir Almas mengaku prihatin dengan kondisi tersebut dan berharap pihak terkait tidak hanya menjadikan informasi ini sebagai bahan perhatian, tetapi juga menindaklanjutinya dengan langkah konkret. Menurutnya, masih banyak warga yang membutuhkan bantuan dan sering kali luput dari pengawasan maupun program bantuan yang tersedia.
Kasus yang dialami Marlina menjadi gambaran bahwa persoalan rumah tidak layak huni masih ditemukan di sejumlah wilayah. Karena itu, diperlukan transparansi data penerima bantuan, pengawasan terhadap program sosial, serta respons cepat dari pemerintah agar bantuan dapat tepat sasaran dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Media ini akan berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi terkait guna memperoleh keterangan dan klarifikasi lebih lanjut mengenai kondisi Marlina serta kemungkinan bantuan yang dapat diberikan.[Ril]






