Sebelum Mengantongi SK Terbaru, Terpiadi Meminta Pemerintah Jangan Izinkan PGE Beroperasi

- Penulis

Selasa, 9 Agustus 2022 - 03:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara (PN) | Anggota komisi II DPRK Aceh Utara fraksi Partai Gerindra Terpiadi A. Majid meminta kepada pemerintah Aceh maupun pemerintah Aceh Utara untuk tidak mengizinkan PT. Pema Global Energi (PGE) beroperasi sebelum mengantongi SK terbaru.

Hal itu dikatakan Terpiadi mengingat selama ini PT. Pema Global Energi (PGE) gencar melakukan sosialisasi kegiatan pencarian sumber migas baru dengan metode Seismik 3D dikawasan Aceh Utara dengan melibatkan pemangku kepentingan yang ada di pemerintah setempat.

” Kita meminta kepada pemerintah daerah jangan mengizinkan PGE untuk melaksanakan operasi Seismic sebelum referensi ganti ruginya jelas dengan masyarakat dan mengantongi SK terbaru dari pemerintah,” Ujar Terpiadi.

Terpiadi menyebutkan, sebelum Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengizinkan PGE untuk melaksanakan operasi Seismic di Aceh Utara, seharusnya PGE harus mengantongi SK Gubernur dan SK Bupati terbaru.

“Jangan berpedoman lagi pada Keputusan Gubernur Aceh Nomor 548/444/2010 dan Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 500/806/2019,” Sebut Terpiadi.

Menurut Terpiadi, Kedua Keputusan tersebut sudah Kadaluarsa dan belum ada yang baru.

“kalau kita hitung-hitung SK Gubernur sudah 12 tahun dan SK Bupati sudah 3 tahun itu referensi, dan kita minta PGE harus mengantongi SK terbaru dari Pemerintah,” jelas Terpiadi.

Jika hal ini tetap dilakukan, sebut Terpiadi, masyarakat harus protes dan jangan mengizinkan beroperasi.

” Kita meminta kepada eksekutif harus mengeluarkan aturan terbaru untuk kegiatan pencarian sumber migas baru dengan menggunakan Seismic, karena kita ambil dari pengalaman industri-industri yang pernah beroperasi di Aceh khusunya Aceh Utara dimana industri-industri ini belum bisa mensejahterakan rakyat,” ungkap Terpiadi.

Terpiadi juga menyampaikan, tenaga kerja yang ada di industri-industri sebelumnya minim dipekerjakan anak-anak Aceh khususnya Aceh Utara, kalau ada, itu pun buruh kasar harian lepas.

” Jadi pemerintah daerah harus fokus kepada pertanian, jangan pikir dulu yang lain, dimana kita lihat masih banyak kendala yang dirasakan oleh masyarakat khususnya di bidang pertanian,” pungkas Terpiadi.[]

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Penusukan di Aceh Utara Pulih Setelah Dirawat Gratis oleh RSUD Cut Meutia
Wujud Kepedulian Nyata, RSUD Cut Meutia Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Korban Penusukan
Peluang Emas! Sekolah Gratis Berbasis IT dan Tahfidz di Aceh Utara: Siap Kerja ke Luar Negeri!
Kejati Aceh Seret Tersangka Baru dalam Skandal Korupsi Beasiswa Rp14 Miliar
Ayahwa Beri Lampu Hijau, Pelita Nasional Tagih Komitmen Digitalisasi 95 Satker di Aceh Utara Stop Setoran Tunai!
Menuju Kemandirian Fisikal, Digitalisasi Seluruh Sektor PAD dan Legalisasi Usaha Rakyat Jadi Solusi Strategis Aceh Utara
Di Tengah Lumpur Pasca-Banjir, Hak Sehat Rakyat Justru “Dikebiri” Aturan Pusat
Bupati Aceh Utara Benar Pejuang Janji Masa Kompaye Kini Ditunaikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:54 WIB

Korban Penusukan di Aceh Utara Pulih Setelah Dirawat Gratis oleh RSUD Cut Meutia

Jumat, 10 April 2026 - 16:03 WIB

Wujud Kepedulian Nyata, RSUD Cut Meutia Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Korban Penusukan

Selasa, 7 April 2026 - 23:24 WIB

Kejati Aceh Seret Tersangka Baru dalam Skandal Korupsi Beasiswa Rp14 Miliar

Jumat, 3 April 2026 - 16:48 WIB

Ayahwa Beri Lampu Hijau, Pelita Nasional Tagih Komitmen Digitalisasi 95 Satker di Aceh Utara Stop Setoran Tunai!

Kamis, 2 April 2026 - 16:25 WIB

Menuju Kemandirian Fisikal, Digitalisasi Seluruh Sektor PAD dan Legalisasi Usaha Rakyat Jadi Solusi Strategis Aceh Utara

Berita Terbaru