Status Gunung Api Burni Telong Naik ke Level Waspada, Aktivitas Gempa Meningkat

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | BENER MERIAH – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menaikkan status Gunung Api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Peningkatan status ini dipicu oleh aktivitas kegempaan yang menunjukkan tren signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Data pos pengamatan mencatat, gempa vulkanik dalam meningkat hingga 44 kali dengan amplitudo 10–45 mm, waktu S-P 1–4 detik, serta durasi 10–25 detik. Selain itu, terjadi pula gempa tektonik lokal sebanyak 15 kali dengan amplitudo 25–45 mm, S-P 4–9 detik, dan durasi 19–48 detik.Sementara gempa tektonik jauh tercatat 17 kali dengan amplitudo 40–55 mm dan durasi 35–86 detik.

“Berdasarkan hasil pemantauan, kami merekomendasikan masyarakat maupun pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Burni Telong. Hindari pula area fumarola dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena potensi konsentrasi gas berbahaya,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong, Ihsan Nopa Abadi, Selasa (23/9/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Safriadi, meminta masyarakat tetap waspada namun tidak panik menghadapi perubahan status ini.

“Kami mengimbau warga agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari instansi berwenang. Peningkatan status gunung api merupakan langkah kewaspadaan dini untuk keselamatan bersama,” tegasnya.

Gunung Burni Telong yang memiliki ketinggian 2.624 mdpl ini termasuk gunung api aktif di Aceh. Peningkatan status menjadi Level II berarti aktivitas vulkanik menunjukkan gejala tidak normal, namun belum mengarah pada erupsi.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera
HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 14:25 WIB

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:43 WIB

HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:45 WIB

GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Berita Terbaru