Aceh Utara — Di tengah bencana banjir besar yang masih merendam sebagian besar wilayah Aceh Utara, Yayasan Tunas Kosong Delapan Jaya Abadi yang berlokasi di Gampong Paya Berandang, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, bergerak cepat membuka posko bantuan darurat bagi warga terdampak. Posko tersebut didirikan di depan Dapur MBG Makan Gizi Gratis, yang selama ini menjadi pusat layanan makanan bergizi untuk masyarakat kurang mampu.
Sejak Rabu siang, pelayanan dapur MBG terpaksa ditutup sementara akibat banjir mendadak yang merendam akses menuju lokasi. Aktivitas harian tidak lagi memungkinkan dilakukan dalam kondisi air yang terus meningkat. Melihat situasi kritis tersebut, Ketua Yayasan Nurlaila bersama jajarannya segera mengalihkan fokus kegiatan dari layanan makanan harian menjadi operasi tanggap darurat banjir, baik untuk warga sekitar maupun pengendara yang terjebak di jalur nasional Medan–Banda Aceh.
“Daripada menunggu air surut, kami mengambil langkah cepat dengan membuka posko di luar. Yang penting masyarakat tetap mendapatkan bantuan,” ujar Nurlaila kepada Pelita Nasional, Sabtu (29/11/2025).
Arahan Pimpinan Terkait Operasional Dapur SPPG Selama Banjir
Di tengah operasi darurat tersebut, Yayasan menerima arahan resmi dari pimpinan mengenai mekanisme operasional Dapur SPPG:
“Dapur SPPG boleh beroperasi dengan catatan fokus pelayanan diarahkan kepada penerima manfaat banjir. Kepala SPPG diperbolehkan oleh Ka Badan dan Waka Badan untuk menjalankan solusi yang diajukan oleh Korwil, sepanjang didokumentasikan dengan baik.”
Arahan ini memiliki beberapa makna penting:
- Dapur tetap boleh beroperasi, meski tidak dalam format layanan rutin.
- Seluruh pelayanan diarahkan khusus untuk korban banjir, bukan untuk program normal.
- Kepala SPPG diberikan kewenangan penuh untuk mengambil keputusan cepat di lapangan sesuai usulan Korwil.
- Setiap aktivitas wajib terdokumentasi sebagai bukti pertanggungjawaban.
Selain itu, terdapat arahan tambahan bahwa operasional Dapur SPPG Banjir dapat dihentikan sementara sesuai instruksi Tawas, tanpa perlu penerbitan surat, sehingga bisa dibuka kembali kapan pun situasi memungkinkan.
Posko MBG Menjadi Titik Singgah Warga dan Pengendara
Dengan terputusnya sejumlah akses jalan akibat banjir besar, posko bantuan yang didirikan di depan Dapur MBG kini menjadi tempat singgah bagi warga yang rumahnya terendam serta pengendara yang terjebak di badan jalan. Banyak dari mereka tidak membawa bekal karena perjalanan yang tertahan hingga berjam-jam.
Di posko ini, Yayasan menyediakan makanan siap saji, air minum, selimut, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. “Banyak warga datang dalam keadaan lelah dan tanpa bekal. Kami bantu sebisanya,” ujar Nurlaila.

Ketua Yayasan Tunas kosong delapan serahkan bantuan makan siap saji untuk korban banjir
Relawan Tunas Prabowo Kosong Delapan Turut Terlibat Aktif
Aksi kemanusiaan ini juga mendapat dukungan penuh dari relawan Tunas Prabowo Kosong Delapan yang turun langsung ke lokasi banjir. Relawan membantu membagikan makanan, mengevakuasi warga lansia dan anak-anak, serta mengantarkan bantuan ke sejumlah gampong yang masih terisolasi.
“Kami bergerak karena kemanusiaan. Ini musibah besar, dan kita harus saling bantu,” kata salah satu relawan.
Solidaritas Masyarakat Jadi Kekuatan di Tengah Bencana
Banjir besar yang melanda Aceh Utara tahun ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Banyak titik masih sulit dijangkau oleh pemerintah akibat tingginya debit air dan akses yang terputus. Di tengah keterbatasan itu, inisiatif Yayasan Tunas Kosong Delapan Jaya Abadi menjadi salah satu bentuk respons cepat yang sangat dibutuhkan.
“Dalam kondisi seperti ini, gotong royong dan kepedulian sosial adalah kekuatan terbesar kita,” tegas Nurlaila.
Hingga Sabtu malam, posko MBG masih beroperasi penuh dari Gampong Paya Berandang, Tanah Luas, dan akan terus dibuka selama banjir belum surut dan jalur utama belum kembali normal. Posko ini menjadi bukti nyata solidaritas dan empati masyarakat Aceh Utara di tengah bencana.






