Warga Aceh Utara Desak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ungkap Temuan Penting Penyisiran Tim Gabungan

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 02:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Gelombang keresahan warga terus menguat setelah banjir besar sejak 26 November 2025 merendam 32.547 unit rumah di Kabupaten Aceh Utara. Di tengah upaya evakuasi dan pemulihan, muncul desakan keras dari masyarakat agar pihak kepolisian pusat turun tangan.

Warga Aceh Utara meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap temuan penting hasil penyisiran tim gabungan—temuan yang diduga berkaitan erat dengan penyebab meluasnya bencana.

Dalam operasi penyisiran yang dilakukan bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan lokal di sepanjang aliran sungai dan kawasan hulu, tim menemukan indikasi kuat adanya aktivitas penebangan liar (illegal logging) dalam skala signifikan. Bukti-buktinya tampak jelas: mulai dari kayuan gelondongan, potongan balok, papan gergajian, hingga serpihan kayu yang masih baru, terbawa arus banjir dan menumpuk di sejumlah titik.

Yang paling mencurigakan, banyak kayu yang ditemukan memiliki bekas tebasan mesin potong (chainsaw) yang rapi dan segar bukan hasil tumbang alami.

“Ini bukan sekadar kayu terseret arus. Ini bukti yang harus diusut. Kami meminta Kapolri turun tangan langsung,” kata seorang warga Aceh Utara yang memantau penyisiran di wilayah Langkahan.

Warga menduga ada jaringan besar yang bermain di balik kerusakan hutan tersebut, mulai dari pelaku lapangan, cukong kayu, hingga kemungkinan adanya pihak yang selama ini diduga membekingi aktivitas ilegal di kawasan hulu.

Mereka meyakini bahwa penyebab banjir bukan hanya curah hujan ekstrem, tetapi kerusakan ekologis parah yang sudah lama dibiarkan terjadi. Ketika hutan gundul, air hujan tidak lagi terserap meluncur deras ke permukiman, merusak ribuan rumah, dan meruntuhkan jembatan serta infrastruktur.

Seorang wartawan Pasesatu.com berdiri di dekat tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Aceh Utara. Kayu-kayu dengan bekas potongan rapi ini menjadi salah satu bukti dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hulu yang memperparah dampak banjir.

Warga Aceh Utara kini menunggu langkah konkret dari Mabes Polri.

“Kami ingin Kapolri membuka temuan itu ke publik. Jangan sampai ini ditutup-tutupi. Ini menyangkut nyawa dan masa depan masyarakat Aceh Utara,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, hasil penyisiran mendalam tim gabungan belum diumumkan secara resmi. Namun tekanan masyarakat semakin kuat agar Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung dan membongkar siapa yang paling bertanggung jawab di balik kerusakan hutan yang memicu bencana ini.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Wartawan Online Aceh: Azhari Rais Pimpin Mubes III PWO di Idi Rayeuk
Janda Dua Anak di Idi Cut Tinggal di Rumah Memprihatinkan, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah
Surat Sakti yang Tak Pernah Sakti: Ketika “Pemutusan Kontrak PT Wajar Corpora” Hanya Jadi Bahan Obrolan Warung Kopi
MUSPIKA Tanah Luas Terima Audiensi Warga Tanjong Mesjid, Komitmen Kawal Penyelesaian Persoalan Desa Sesuai Regulasi
Harga Turun, Pembeli Sepi, Petani Semangka Tanjong Ulim Resah
Balai Wilayah Sungai Sumatera I Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan PKS Program P3-TGAI 2026
Siswi Penghafal Al-Qur’an Jadi Korban Kecelakaan Maut di Pidie
Bupati Aceh Utara Lepas Pawai Ta’aruf dan Bazar Muharram Gratis Peringati 1 Muharram 1448 H
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:02 WIB

Konsolidasi Wartawan Online Aceh: Azhari Rais Pimpin Mubes III PWO di Idi Rayeuk

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:14 WIB

Janda Dua Anak di Idi Cut Tinggal di Rumah Memprihatinkan, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Surat Sakti yang Tak Pernah Sakti: Ketika “Pemutusan Kontrak PT Wajar Corpora” Hanya Jadi Bahan Obrolan Warung Kopi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:28 WIB

MUSPIKA Tanah Luas Terima Audiensi Warga Tanjong Mesjid, Komitmen Kawal Penyelesaian Persoalan Desa Sesuai Regulasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:32 WIB

Harga Turun, Pembeli Sepi, Petani Semangka Tanjong Ulim Resah

Berita Terbaru