Bertemu Wapres Gibran di Istana Kebun Sirih, Sultan Malik Samudera Pasai dan Sultan Sepuh Cirebon Bawa Lima Tuntutan Adat untuk NKRI

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka, menerima audiensi dari para pemimpin adat dan kesultanan Nusantara di Istana Wakil Presiden, Kebun Sirih, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu dihadiri oleh Dipertuan Agung Dewan Adat Nasional RI (DAN RI) yang juga Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon,
Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja atau Syarif Maulana Rd Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., yang juga dikenal dengan gelar Pangeran Kuda Putih,
serta Sekretaris Jenderal DAN RI, Sultan Malik Samudera Pasai Teuku Haji Badruddin Syah ZFA.

Wapres Gibran menyambut hangat kedatangan para tokoh adat tersebut. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka, konstruktif, dan penuh semangat kebangsaan.

Agenda Strategis yang Dibahas

Sejumlah isu penting yang menyangkut hubungan antara Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kerajaan dan kesultanan Nusantara dibahas secara mendalam dalam pertemuan ini.

  • Persoalan tanah ulayat dan tanah adat, termasuk secara khusus persoalan lahan adat Kesultanan Cirebon yang hingga kini masih memerlukan kepastian hukum dan pengakuan negara.
  • Agenda rekonsiliasi antara NKRI dengan kerajaan-kerajaan dan kesultanan Nusantara yang secara historis menjadi pilar dan fondasi berdirinya Republik Indonesia.
  • Kondisi pasca bencana di Aceh, khususnya menyangkut lahan-lahan persawahan yang terdampak banjir bandang dan membutuhkan program revitalisasi secara masif dan menyeluruh dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan itu, Wapres Gibran juga menyimak dengan seksama berbagai masukan dari para sultan mengenai pentingnya atensi pemerintah pusat yang lebih terfokus dan responsif terhadap kondisi di Cirebon dan Aceh.

Rencana Tindak Lanjut

Sebagai hasil dari pertemuan ini, beberapa langkah konkret disepakati untuk ditindaklanjuti, di antaranya penyelenggaraan Rapat Terbatas (RATAS) bersama kementerian-kementerian terkait,
serta pembahasan rencana penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) DAN RI sebagaimana yang pernah diterbitkan pada masa presiden-presiden sebelumnya.

Selain itu, disepakati pula rencana pertemuan lanjutan dengan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto untuk memperkuat komitmen pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat adat dan kesultanan Nusantara.

Lima Poin Perjuangan DAN RI

  • Pembuatan Keppres DAN RI sebagai bentuk pengakuan formal negara terhadap eksistensi lembaga adat nasional.
  • Pemberian masukan terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang Tanah Ulayat dan Adat di DPR RI.
  • Penegasan kedudukan Sultan dan Raja yang sah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Pembahasan lanjutan bersama kementerian-kementerian terkait secara komprehensif dan berkelanjutan.
  • Atensi pemerintah pusat yang lebih terfokus dan cepat bagi wilayah Cirebon dan Aceh.

Harapan Sultan

“Insya Allah, setiap perjuangan mulia akan Allah wujudkan atas doa para wali dan Indatu kita. Aamiin Ya Rabb. Aamiin.”

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dengan para pemangku adat dan kesultanan Nusantara
demi terwujudnya keadilan, pengakuan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Mul)

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yayasan Tunas 08 Jaya Abadi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Relawan MBG Seluruh Indonesia Gelar Aksi di Medan Merdeka Selatan, Desak BGN Bertanggung Jawab
Ketua Yayasan Tunas Kosong Delapan Jaya Abadi Audiensi ke Menpora, Bahas Pencetakan Bibit Atlet Muda
Tak Pasang Label Harga MBG? BGN Pastikan SPPG Kena Tindakan
Mensos Sambangi Aceh Utara Besok, Serahkan Santunan Korban Banjir Bandang
Mendagri Lepas Praja IPDN ke Daerah Bencana, Aceh Termasuk Tujuan Penugasan
Listrik Aceh Masih Gelap, Janji 93% Hanya di Atas Kertas: Warga Tuding Menteri ESDM dan Dirut PLN Beri Data Palsu kepada Presiden
Polri Ikut Uji Publik Monev Keterbukaan Informasi 2025, Bukti Komitmen Transparansi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:06 WIB

Yayasan Tunas 08 Jaya Abadi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:55 WIB

Relawan MBG Seluruh Indonesia Gelar Aksi di Medan Merdeka Selatan, Desak BGN Bertanggung Jawab

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:10 WIB

Ketua Yayasan Tunas Kosong Delapan Jaya Abadi Audiensi ke Menpora, Bahas Pencetakan Bibit Atlet Muda

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:16 WIB

Tak Pasang Label Harga MBG? BGN Pastikan SPPG Kena Tindakan

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:26 WIB

Bertemu Wapres Gibran di Istana Kebun Sirih, Sultan Malik Samudera Pasai dan Sultan Sepuh Cirebon Bawa Lima Tuntutan Adat untuk NKRI

Berita Terbaru

Aceh

Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Langsa, Aceh

Rabu, 22 Jul 2026 - 11:28 WIB