PELITANASIONAL.COM | BANDA ACEH— Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han), resmi menutup Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch-3 Tahun Anggaran 2025 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Sabtu (12/7).
Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya pembinaan lebih dari tiga bulan terhadap 30.018 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk 1.195 orang yang menjalani pendidikan di Rindam Iskandar Muda.
Program SPPI menggabungkan Pendidikan Dasar Militer (14 April–11 Juni) dan Pelatihan Manajerial (12 Juni–12 Juli), dengan tujuan membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan siap menjadi bagian dari sistem pertahanan negara.
Dalam amanat yang dibacakan Pangdam IM, Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi seluruh peserta dan pihak yang terlibat. Menhan menegaskan bahwa keikutsertaan dalam SPPI adalah awal pengabdian untuk memperkuat pertahanan bangsa.
Mayjen Niko Fahrizal juga menyampaikan pesan kepada peserta agar terus menjaga nilai kebersamaan, integritas, dan cinta tanah air yang telah ditanamkan selama pendidikan.
“Anak-anak muda seperti kalian adalah harapan bangsa,” ujarnya.
Muhammad Alfatah, peserta asal Bireuen, mengaku bangga dan bersyukur dapat mengikuti program ini.
“Kami banyak belajar arti kedisiplinan, kekompakan, dan pengabdian,” tuturnya.
Upacara penutupan yang dihadiri Forkopimda Aceh, perwakilan Kemenhan RI, pejabat TNI-Polri, sivitas akademika, serta masyarakat, ditutup dengan parade, atraksi yel-yel, dan penampilan semangat peserta.
Dengan selesainya SPPI Batch-3, para alumni diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi nilai patriotisme dan pengabdian untuk NKRI.[]