Maraknya Toko Online, Pedagang Mainan di Kota Panton Labu Keluhkan Sepinya Pembeli

- Penulis

Kamis, 17 Juli 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang mainan di Kota Panton Labu, mengaku omzet mereka mengalami penurunan drastis akibat persaingan dengan toko online.

i

Pedagang mainan di Kota Panton Labu, mengaku omzet mereka mengalami penurunan drastis akibat persaingan dengan toko online.

PELITANASIONAL.COM | LHOKSUKON – Sejumlah pedagang mainan di Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mengaku omzet mereka mengalami penurunan drastis akibat persaingan dengan toko-toko online. Selain faktor perubahan perilaku anak-anak yang lebih tertarik bermain dengan gadget, kehadiran e-commerce turut memperkecil peluang pedagang konvensional meraih keuntungan.

“Tahun ini sepi sekali anak-anak yang beli mainan. Sekarang mereka lebih sering bermain dengan laptop atau ponsel. Terasa sekali pengaruh kemajuan teknologi ini,” ujar Razali (40), salah satu pedagang mainan di Kota Panton Labu, Kamis (17/7/2025).

Razali menambahkan, harga mainan yang ditawarkan di toko online sering kali jauh lebih murah. Hal ini memaksa pedagang konvensional untuk memangkas keuntungan agar tetap bisa bersaing. Ia juga menilai persaingan pasar saat ini menjadi tidak sehat.

Namun, Razali tidak sepenuhnya menyalahkan toko online sebagai satu-satunya penyebab sepinya pasar. Menurutnya, ada banyak faktor lain yang mempengaruhi lesunya penjualan, termasuk perubahan pola konsumsi dan kondisi ekonomi masyarakat.

Senada dengan Razali, Khaidir (31), seorang pedagang mainan keliling, juga merasakan dampak signifikan dari menurunnya minat masyarakat membeli mainan secara langsung. Ia mengungkapkan bahwa penghasilannya kini berkurang setengah dari sebelumnya.

“Kalau dulu bisa dapat Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari. Sekarang, kalau ramai, paling Rp200 ribu. Kalau sepi, ya cuma Rp100 ribu,” ujarnya.

Meski tertarik mencoba berjualan secara daring, Khaidir mengaku belum memahami cara menggunakan platform digital untuk berdagang. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Razali yang merasa kesulitan mengikuti perkembangan zaman.

“Saya tidak bisa, enggak ngerti sama sekali soal jualan online,” ujar Razali.

Kondisi ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha mikro, khususnya pedagang tradisional, di tengah gempuran era digitalisasi. Diperlukan adanya pelatihan dan pendampingan agar mereka dapat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi demi menjaga kelangsungan usaha mereka di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu
Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi
Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan
Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara
Banjir 26 November 2025 Rendam SDN 7 Tanah Luas, Siswa Masih Belajar di Lantai Tanpa Buku
Banjir Besar Sejak 26 November 2025, Camat Lapang dan Danposramil Bersihkan Balai Desa dan Kantor Pemerintahan
Genangan Meluas, Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
BNPB Dan Satgas Bencana BWS I Medan Tangani Genangan Banjir Krueng Lingka
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:04 WIB

Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:53 WIB

Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:52 WIB

Resmi Dilantik, empat Geuchik di Kecamatan Lapang Siap Pimpin Pembangunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:27 WIB

Ditjen Dukcapil Kemendagri Bawa Peralatan Perekaman, Cetak Dokumen, hingga Starlink ke Aceh Utara

Senin, 12 Januari 2026 - 13:55 WIB

Banjir 26 November 2025 Rendam SDN 7 Tanah Luas, Siswa Masih Belajar di Lantai Tanpa Buku

Berita Terbaru