PELITANASIONAL| JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Afan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah terlibat insiden dengan aparat keamanan saat terjadi aksi demonstrasi di Jakarta, Jumat (29/8) malam.
“Atas nama pribadi dan pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sedih dengan peristiwa ini,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataannya, Sabtu (30/8).
Presiden menegaskan pemerintah akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga almarhum. “Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, baik orang tua maupun saudara-saudara almarhum,” tambahnya.
Prabowo juga menyampaikan rasa kecewa atas tindakan aparat yang dinilainya berlebihan. Ia telah memerintahkan agar kasus tersebut diusut secara tuntas, transparan, dan akuntabel. “Petugas yang terbukti bertindak di luar kepatutan akan dikenakan sanksi sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menimbulkan kerusuhan. Menurutnya, aksi anarkis hanya akan merugikan rakyat dan bangsa.
“Bangsa kita sedang berbenah diri, sedang mengumpulkan tenaga untuk bangkit menjadi negara yang kuat dan sejahtera. Karena itu, saya mengajak seluruh rakyat agar tidak memberi ruang kepada kelompok yang ingin membuat huru-hara,” tutur Prabowo.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mendengar setiap aspirasi rakyat. “Aspirasi yang sah silakan disampaikan. Pemerintah akan memperbaiki semua yang perlu diperbaiki, ” pungkasnya.