Harga Udang Vaname Anjlok, Ribuan Petambak Aceh Terancam Bangkrut

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITANASIONAL | BANDA ACEH – Ribuan petambak udang vaname di pesisir Aceh tengah menghadapi krisis serius. Sejak awal Agustus 2025, harga jual komoditas ekspor unggulan itu anjlok tajam setelah Amerika Serikat menghentikan sementara impor udang beku asal Indonesia. Kondisi ini membuat rantai distribusi terganggu, pasar lesu, dan petambak terancam gulung tikar.

Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, menegaskan pemerintah tidak bisa menutup mata terhadap situasi ini. Menurutnya, salah satu pabrik besar di Medan yang selama ini menjadi penopang distribusi sudah menghentikan pembelian hasil panen dari Aceh. Hanya satu pabrik yang masih beroperasi, namun dengan kapasitas terbatas dan harga yang jauh di bawah acuan pasar.

“Berdasarkan tabel harga Medan per 10 Agustus 2025, udang ukuran 30 ekor per kilogram seharusnya Rp74.000. Tapi di lapangan, penampung hanya berani membayar Rp58.000–Rp60.000. Bahkan di tingkat tambak, harga ambruk Rp14.000–Rp17.000 per kilogram. Petambak bukan hanya kehilangan keuntungan, tapi menanggung kerugian ratusan juta hingga miliaran rupiah setiap siklus panen,” kata Masady, Selasa (9/9/2025).

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperlihatkan ketergantungan ekspor Indonesia pada pasar AS memang sangat tinggi. Pada 2024, nilai ekspor udang mencapai USD 2,15 miliar, dengan 65,3 persen di antaranya dikirim ke Amerika Serikat. Sementara sepanjang Januari–Mei 2025, ekspor tercatat USD 820 juta, dan 62 persen masih bergantung pada pasar yang sama. Ketika ekspor tersendat akibat regulasi pangan dan hambatan perdagangan, petambak di Aceh yang menjadi basis produksi nasional langsung terpukul.

Masady mengingatkan, bila tidak ada langkah cepat, bukan hanya petambak yang rugi, tetapi juga tenaga kerja di sektor perikanan serta kontribusi sektor ini terhadap PDRB Aceh akan merosot tajam. “Ini bukan sekadar bisnis, tapi soal hajat hidup masyarakat pesisir. Pemerintah harus hadir memberi solusi,” tegasnya.

Ia menawarkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penetapan harga dasar atau pemberian subsidi agar harga tetap stabil, diversifikasi pasar ekspor ke Asia, Timur Tengah, dan Eropa, hingga pembangunan unit pengolahan hasil perikanan di Aceh. Selain itu, ia mendorong adanya fasilitas pembiayaan lunak serta koordinasi lintas kementerian, termasuk diplomasi dagang, agar akses ekspor ke AS bisa segera dipulihkan.

Krisis ini, lanjut Masady, menjadi alarm bagi Indonesia yang terlalu bergantung pada pasar tunggal. Sebagai produsen udang terbesar kedua dunia setelah Ekuador, Indonesia seharusnya mampu bersaing dengan strategi diversifikasi dan efisiensi. “Kalau ribuan petambak di Aceh tumbang, maka ekonomi pesisir akan runtuh. Pemerintah jangan sampai membiarkan rakyat kecil menjadi korban dari rapuhnya ketergantungan pasar ekspor,” pungkasnya. []

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Kebugaran di Tengah Kesibukan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa Berolahraga Bersama Ketua DPW Partai Aceh
Dinasti Setoran Sukoharjo: Ketika Jabatan Bupati Diwariskan Lengkap dengan Tarif Upetinya
Camat Lhoksukon Kukuhkan Tuha Peut Gampong, Wujudkan Pemerintahan Desa yang Kuat dan Berintegritas
Bupati Aceh Utara Hadiri Peresmian Bendungan Krueng Keureuto oleh Presiden Prabowo
Pekan Depan, Bupati Aceh Utara Salurkan Sepeda Motor untuk 852 Imum Gampong
Rumah Warga Roboh Diterjang Angin Kencang di Cot Barat, Tanah Luas
Pengajian Rutin Bulanan Al-Huda Kecamatan Lapang Berlangsung Khidmat, Hadirkan Abi Ja’far dari Dayah Darul Huda Lueng Angen
Jelang Pelantikan, Ketua Umum PWO Aceh Bahas Persiapan Bersama Wartawan Aceh Utara
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 17:58 WIB

Jaga Kebugaran di Tengah Kesibukan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa Berolahraga Bersama Ketua DPW Partai Aceh

Senin, 13 Juli 2026 - 16:01 WIB

Dinasti Setoran Sukoharjo: Ketika Jabatan Bupati Diwariskan Lengkap dengan Tarif Upetinya

Senin, 13 Juli 2026 - 11:28 WIB

Camat Lhoksukon Kukuhkan Tuha Peut Gampong, Wujudkan Pemerintahan Desa yang Kuat dan Berintegritas

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:44 WIB

Bupati Aceh Utara Hadiri Peresmian Bendungan Krueng Keureuto oleh Presiden Prabowo

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pekan Depan, Bupati Aceh Utara Salurkan Sepeda Motor untuk 852 Imum Gampong

Berita Terbaru

Nasional

Anak yang Berjalan Sendiri ke Gerbang Sekolah

Sabtu, 11 Jul 2026 - 07:27 WIB