Anak Enam Tahun Dirujuk ke Banda Aceh Naik Motor, RSUDYA Tapaktuan Disindir Rumah Sakit Tanpa Rasa

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELITA NASIONAL| ACEH SELATAN– Pemandangan ironis kembali mencoreng wajah pelayanan kesehatan di Aceh. Seorang bocah perempuan berusia enam tahun asal Desa Kapa Sesak, Kecamatan Trumon Timur, terpaksa menempuh perjalanan ratusan kilometer ke Banda Aceh menggunakan sepeda motor, setelah mendapat rujukan dari RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan yang mengaku tak memiliki dokter mata.

Pasien bernama Hasnibar (6) didiagnosis mengalami gangguan serius pada mata. Surat rujukan resmi bertanggal 19 September 2025 menegaskan ia harus mendapat penanganan lanjutan di Poli Mata RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Namun yang mengejutkan, rujukan itu hanya berupa selembar kertas. Tidak ada ambulans, tidak ada transportasi medis, hanya ada keluarga miskin yang kebingungan. Ayahnya, Herman, akhirnya nekat membawa anaknya dengan sepeda motor. “Benar saya bawa anak saya dengan sepeda motor, dan sekarang saya sudah di Punge, Banda Aceh,” kata Herman singkat.

Anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Aceh, Adi Samridha, ikut membantu proses rujukan. Ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap RSUDYA Tapaktuan.

“Rumah sakit segede itu masa tak bisa fasilitasi ambulans? Hanya kasih kertas rujukan, sisanya biar rakyat cari jalan sendiri? Kondisinya kurus, matanya sudah tidak nampak lagi. Layak sekali dibantu rumah sakit, tapi nyatanya begini,” ujarnya dengan nada getir, Minggu (21/9/2025).

Menurut Adi, dokter sebelumnya sempat memberi dua opsi: Medan atau Banda Aceh. Karena keluarga tidak punya akses di Medan, Banda Aceh dipilih sebagai tujuan. Sayangnya, perjalanan penuh risiko itu harus ditempuh dengan sepeda motor, bukan ambulans.

Kasus ini menyisakan tanda tanya besar. Untuk apa RSUDYA dibanggakan sebagai rumah sakit rujukan regional dengan gedung megah dan anggaran miliaran, jika untuk satu anak miskin pun tak sanggup menyediakan ambulans? Jangan-jangan, rumah sakit ini lebih pantas disebut kantor stempel rujukan ketimbang pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

Sumber Berita: AJNN NET

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu
Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi
Jejak Lumpur Belum Hilang, Tim Medis Puskesmas Syamtalira Bayu Hadir Bawa Harapan Pasca-Banjir
Presiden Prabowo Tinjau Posko Kesehatan Kodam I/BB di Tapanuli Selatan
Pengobatan Massal di Tiga Desa Meurah Mulia Pasca Banjir Aceh Utara
Posyandu Seulanga Desa Sama Kurok Sambut Hangat Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto
Kepala Puskesmas Baktiya Terjang Banjir Demi Pelayanan Kesehatan: Kunjungi Ibu Hamil, Balita, dan Lansia
Aceh Utara Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Primer lewat Integrasi Layanan Primer
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:04 WIB

Pelayanan Kesehatan Paska Banjir di Dusun Alue Lhok, Gampong Siren Tujoh oleh BLUD Puskesmas Syamtalira Bayu

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:53 WIB

Pagar Puskesmas Syamtalira Bayu Ambruk, Jalur Nasional Terancam Abrasi

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:47 WIB

Jejak Lumpur Belum Hilang, Tim Medis Puskesmas Syamtalira Bayu Hadir Bawa Harapan Pasca-Banjir

Kamis, 1 Januari 2026 - 01:06 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Posko Kesehatan Kodam I/BB di Tapanuli Selatan

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:56 WIB

Pengobatan Massal di Tiga Desa Meurah Mulia Pasca Banjir Aceh Utara

Berita Terbaru