Ketua BRA Aceh Utara Gelar Diskusi dengan Koordinator Kecamatan: Benahi Pendataan dan Rawat Perdamaian

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 01:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelita nasional.com– Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kabupaten Aceh Utara, Kamaruddin, menggelar diskusi intensif dengan para koordinator BRA kecamatan dan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Balai Desa Meunasah Geudong, Kecamatan Meurah Mulia, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki pendataan anggota BRA, memperkuat kelembagaan, dan terus merawat perdamaian Aceh yang telah berusia 20 tahun.

“Langkah ini penting agar semua data mantan kombatan dan koordinator kecamatan terpadu dengan baik, sehingga program BRA bisa berjalan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.” – Kamaruddin

Diskusi dan Pendataan Lapangan

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 50 peserta, termasuk koordinator kecamatan dari berbagai wilayah Aceh Utara. Para peserta berdiskusi tentang pendataan anggota BRA, pembaruan profil mantan kombatan, serta strategi meningkatkan soliditas internal lembaga.

Salah satu koordinator kecamatan, Romi, menyampaikan: “Dengan pembenahan data ini, kami bisa lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan anggota, memberikan bantuan sosial, serta memastikan program BRA tepat sasaran.”

Penguatan Kelembagaan dan Perdamaian

Kamaruddin menekankan bahwa penguatan kelembagaan bukan hanya sekadar administrasi, tetapi juga mencakup pembinaan mental dan sosial bagi mantan kombatan, agar nilai-nilai perdamaian tetap terjaga. Sebelum akhir tahun 2025, BRA Kabupaten Aceh Utara menargetkan kunjungan ke seluruh kecamatan melalui program ‘Saweu Kecamatan’ untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komunikasi antarkoordinator.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas Instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, terkait penguatan kelembagaan BRA di tingkat kabupaten dan kota. Kamaruddin menegaskan: “BRA lahir dari proses damai. Kami harus tetap hadir di tengah masyarakat, memastikan nilai-nilai perdamaian hidup, dan menjalankan instruksi pemerintah daerah dengan penuh tanggung jawab.”

Sesi Tanya Jawab dan Masukan Peserta

Selain diskusi, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pendataan lapangan, di mana peserta secara aktif memberikan masukan terkait perbaikan sistem pendataan dan program reintegrasi.

Dengan langkah ini, BRA Aceh Utara berharap dapat menjadi lembaga yang lebih efektif, membantu mantan kombatan berintegrasi dengan masyarakat, dan memastikan perdamaian Aceh tetap kokoh di masa depan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surat Sakti yang Tak Pernah Sakti: Ketika “Pemutusan Kontrak PT Wajar Corpora” Hanya Jadi Bahan Obrolan Warung Kopi
Harga Turun, Pembeli Sepi, Petani Semangka Tanjong Ulim Resah
Balai Wilayah Sungai Sumatera I Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan PKS Program P3-TGAI 2026
Siswi Penghafal Al-Qur’an Jadi Korban Kecelakaan Maut di Pidie
Bupati Aceh Utara Lepas Pawai Ta’aruf dan Bazar Muharram Gratis Peringati 1 Muharram 1448 H
Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera
HUT Pidie Jaya ke-19, Pemkab Gelar Zikir dan Tausiah Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
GANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN WARGA, 16 SEPMOR KNALPOT BRONG DIAMANKAN KE POLRES ACEH UTARA
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Surat Sakti yang Tak Pernah Sakti: Ketika “Pemutusan Kontrak PT Wajar Corpora” Hanya Jadi Bahan Obrolan Warung Kopi

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:32 WIB

Harga Turun, Pembeli Sepi, Petani Semangka Tanjong Ulim Resah

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:20 WIB

Balai Wilayah Sungai Sumatera I Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan PKS Program P3-TGAI 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:51 WIB

Siswi Penghafal Al-Qur’an Jadi Korban Kecelakaan Maut di Pidie

Senin, 15 Juni 2026 - 14:25 WIB

Tumpukan Kayu Hanyut Ancam Aliran Sungai di Meunasah Mee, Warga Minta Penanganan Segera

Berita Terbaru