Bantuan Pangan Belum Tiba, Warga di Jalur Benar Meriah–Gayo Lues Terpaksa Bertahan dengan Buah-Buahan

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH  | PELITA NASIONAL— Situasi kemanusiaan di jalur Benar Meriah–Gayo Lues semakin mengkhawatirkan setelah banjir besar dan rangkaian longsor memutus akses utama pada sedikitnya 25 titik, membuat ribuan warga terisolasi tanpa bantuan pangan. Demikian disampaikan Irvan, warga Aceh Utara dari Gampong Buket U yang bekerja di Gayo Lues dan sempat diwawancarai wartawan pada . Minggu, 30 November 2025.

Menurut Irvan, banjir mulai naik sekitar pukul 03.00 WIB, beberapa jam setelah masyarakat dikejutkan oleh gempa yang terjadi pada malam 25 November 2025. Bencana beruntun tersebut langsung melumpuhkan jalur vital Benar Meriah–KKA–Gayo Lues, menyebabkan seluruh warga yang tinggal di sepanjang jalan terpaksa mengungsi.

 

Akses Krueng pase putus total tidak bisa dilintasi

“Akses Benar Meriah dan KKA putus total. Longsor banyak sekali, ada sekitar 25 titik. Sepanjang jalan semua warga mengungsi,” ungkap Irvan.

Situasi semakin memilukan ketika dalam perjalanan pulang, Irvan mengaku melihat jenazah yang ditemukan di antara puing-puing longsoran dan aliran banjir.

Tidak Ada Bantuan Makanan Sama Sekali

Irwan juga menegaskan bahwa hingga hari ini, wilayah Gayo Lues dan Benar Meriah yang menjadi titik terparah masih belum menerima bantuan pangan apa pun.

“Belum ada bantuan sama sekali. Warga hanya makan buah-buahan yang ada di kebun. Tidak ada makanan lain,” ujarnya.

Kondisi ini membuat para pengungsi, termasuk anak-anak dan lansia, berada dalam keadaan sangat rentan. Ketiadaan akses, ambruknya jalan, serta putusnya komunikasi membuat distribusi logistik terhambat total.

Titik Terparah: Kreung Pase dan Benar Meriah

Irwan menyebut dua titik terparah berada di Kreung Pase dan kawasan longsor besar di Benar Meriah, di mana jalur putus, tebing runtuh, dan arus deras menyapu rumah serta kebun warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah maupun BPBD terkait keterlambatan bantuan pangan untuk wilayah terisolasi tersebut.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Danramil 02/Kuta Makmur Bersama Masyarakat Gelar Gotong Royong
2.500 Peserta Ramaikan Jalan Santai Peringatan HUT ke-81 RI di Syamtalira Aron
Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Khidmat di Halaman Kantor Bupati
Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Sultan Malik Samudera Pasai Serukan Adat Jadi Penjaga Perdamaian
Doa Bersama Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Jangan Lupakan Luka Masa Konflik
DPP Tunas Prabowo 08 Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kawal 8 Program Asta Cita
Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Kasus Penganiayaan Dek Pan, Minta Segera Ditahan
Pemkab Aceh Utara Salurkan Bantuan Tahap III Rp11,2 Miliar dari Kemensos untuk Korban Banjir Bandang
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Danramil 02/Kuta Makmur Bersama Masyarakat Gelar Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:04 WIB

2.500 Peserta Ramaikan Jalan Santai Peringatan HUT ke-81 RI di Syamtalira Aron

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Khidmat di Halaman Kantor Bupati

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Sultan Malik Samudera Pasai Serukan Adat Jadi Penjaga Perdamaian

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Doa Bersama Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Jangan Lupakan Luka Masa Konflik

Berita Terbaru