Menko Pangan Turun ke Lokasi Banjir Lapang, Ayahwa Dorong Bantuan Hunian Sementara

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Utara. Hal itu ditandai dengan kunjungan langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ke Kecamatan Lapang, Sabtu (13/12/2025), yang turut didampingi Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM atau yang akrab disapa Ayahwa.

Di lokasi terdampak, Menko Pangan menyusuri kawasan permukiman warga, berdialog dengan korban banjir, serta meninjau kerusakan rumah dan fasilitas umum. Bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan ibadah dan kebutuhan dasar diserahkan langsung kepada masyarakat yang mengungsi.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kehadirannya di Aceh bukan sekadar simbolik, melainkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Ia menyebut, Aceh Utara merupakan salah satu daerah dengan dampak banjir terparah dalam rangkaian bencana yang terjadi di wilayah timur Aceh.

“Beberapa daerah sudah saya kunjungi, mulai dari Aceh Tamiang, Kota Langsa hingga Aceh Utara. Kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan penanganan cepat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak lanjutan bencana berupa lumpuhnya aktivitas warga hingga terganggunya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Menurutnya, intensitas dan skala banjir kali ini termasuk yang paling parah sepanjang pengalamannya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Ayahwa memanfaatkan momentum kunjungan tersebut untuk menyampaikan langsung kebutuhan mendesak masyarakat kepada pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, serta dukungan alat berat guna mempercepat pembersihan material banjir dan reruntuhan bangunan.

“Banyak rumah warga yang tidak lagi layak huni. Hunian sementara sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat bertahan dengan aman selama masa pemulihan,” kata Ayahwa.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, lanjutnya, terus berupaya melakukan penanganan darurat sembari menunggu dukungan lanjutan dari pemerintah pusat untuk percepatan rehabilitasi pascabencana.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel pelitanasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202
SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN
Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera
Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai
Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak
Optimalkan Aliran Air, Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan Bendung Krueng Pase Aceh Utara
Cuaca yang Salah (Lagi): Komedi Putar Pemadaman Listrik PLN Aceh Berkedok “Manajemen Beban”
Niatnya Cari Air Minum, Malah Panen Api: Proyek Sumur Bor Lhoksukon yang “Membakar” Ketenangan Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

DPRK Aceh Utara Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II dan Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 202

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47 WIB

SAWAH 89 HEKTARE GAMPONG KEUREUTOU TERANCAM GAGAL PANEN

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32 WIB

Tumpukan Kayu di Bawah Jembatan Penghubung Paya Bakong  Matang Kuli Mengkhawatirkan, Warga Minta Penanganan Segera

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:40 WIB

Ngopi  Ngobrol Politik & EkonomiMigas Aceh: Blok B Arun, Blok Andaman, dan Rantai Suplai

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:15 WIB

Gagal Mediasi, Alan Minta Rujuk Kembali tapi Mutia Tetap Menolak

Berita Terbaru