Aceh Utara| Pelitanasional.com – Laporan genangan banjir susulan yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi yang menggenangi wilayah Pemukiman Gampong Krueng Lingka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara telah disampaikan kepada BNPB diteruskan ke Pemerintah daerah.
Berdasarkan keterangan Geuchik Krueng Lingka menyebut, warga kembali trauma akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Kamis dini hari. Akibatnya, 90 persen wilayah pemukiman kembali terendam air mencapai 60 cm.
”Sepanjang 500 meter lebih jalan lintas utama kecamatan Langkahan tergenang. Numun, masih tetap dilewati,” lapor Geuchik Krueng Lingka, Efendi Noerdin, Jum’at (09/01).
Ia mengatakan hujan lebat terjadi sejak pukul 03.00 wib Kamis dini hari hingga Jumat malam.
“Beberapa warga telah mengungsi ke tempat keluarga ke luar desa. Karena daratan pemukiman Krueng Lingka tenggelam. Kini semua rumah warga kembali tergenang dan rumah dan barang-barang rumah yang telah dibersihkan kini sudah tenggelam lagi,” lanjutnya.
Geuchik Fend menegaskan, dampak banjir kembali menyulitkan warga. Dimana dampak banjir sebelumnya belum dituntaskan. “Endapan lumpur yang kini telah mengeras telah menutupi akses saluran air warga, dan Lumpur di pekarangan warga lebih tinggi, sehingga genangan air lebih cepat merambat ke dalam rumah,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan, permasalahan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah setempat dan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) yang kini berpusat di Makoramil 29 Langkahan.
”Kita telah disampaikan informasi penting, BNPB bekerja sama dengan Satgas Bencana PUPR BWS I Sumatera telah menurunkan beberapa alat berat untuk mengatasi genangan air tersebut,” katanya.
Alat tersebut tambahnya, akan digunakan untuk membuka saluran air darurat, agar genangan air di pemukiman warga dapat teratasi. “Brigjend Asep menyediakan Mini Excavator dan Loader untuk membersihkan lening, sementara dukungan dari Satgas Banjir BWS I Sumatera menyediakan satu unit Excavator,”






